Radarnews9.com – Gresik || Komitmen dalam mendorong inovasi di dunia pendidikan kembali ditegaskan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, secara langsung memberikan penghargaan kepada 50 inovator terbaik dalam ajang East Java Innovative Education Summit (EJIES) 2026, diantara 50 inovator ada 3 SMANĀ dari kabupaten Gresik yaitu, (1). Wahyudi, S.Pd.,Gr. SMAN 1 Balongpanggang. (2). Ari Dwi Jayanti, S.Pd. SMAN 1 Kedamean. (3). Dena Respati Utomo, S.Si.,M.Pd. SMAN 1 Manyar.
Begitu juga dengan bapak Cabang Dinas Kabupaten Gresik, Bapak Eko Agus Suwandi, S.Pd.,M.M. memberikan acungan jempol kepada ke 3 SMAN di kabupaten Gresik.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas berbagai karya dan terobosan yang telah dihasilkan oleh para insan pendidikan.
Inovasi-inovasi ini dinilai mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah, sekaligus menjawab tantangan perkembangan zaman yang semakin dinamis.
Dalam kesempatan tersebut, Aries Agung menegaskan bahwa inovasi merupakan kunci utama dalam menciptakan sistem pendidikan yang adaptif dan relevan.
Menurutnya, dunia pendidikan tidak bisa lagi berjalan dengan cara-cara konvensional, melainkan harus terus berkembang mengikuti kebutuhan peserta didik di era digital.
āMelalui penghargaan ini, kami ingin mendorong semangat para pendidik untuk terus berinovasi, menghadirkan pembelajaran yang kreatif, serta mampu menjawab tantangan masa depan,ā ujarnya.
Ajang EJIES 2026 sendiri menjadi wadah strategis bagi para guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan untuk menampilkan berbagai inovasi unggulan, mulai dari metode pembelajaran berbasis teknologi, pengembangan kurikulum, hingga pendekatan kreatif dalam meningkatkan keterlibatan siswa.
Dengan adanya apresiasi ini, diharapkan lahir lebih banyak inovator pendidikan yang mampu membawa perubahan positif, tidak hanya di tingkat sekolah, tetapi juga dalam skala yang lebih luas di Jawa Timur.
Penghargaan kepada 50 inovator terbaik ini sekaligus menjadi bukti bahwa transformasi pendidikan di Jawa Timur terus bergerak maju, dengan inovasi sebagai motor penggeraknya.(team)



