Sabtu, April 5, 2025
BerandaBirokrasiDIGITAL MARKETING DAN LITERASI APLIKASI KEUANGAN

DIGITAL MARKETING DAN LITERASI APLIKASI KEUANGAN

Radarbews9.net || Tanjungawan – Sosialisasi Kegiatan ini yang dilakukan oleh Kelompok KKN 39 Desa TanjangAwan yang diketuai oleh  Muhammad Ihsan Apriliyanto dkk besert Dosen pembimbing Lapangan nya Ifahda Pratama Hapsri S.H.,M.H kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya UMKM dan anak muda Desa Tanjangawan, mengenai pemasaran digital serta pemanfaatan aplikasi keuangan dalam pengelolaan bisnis. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan keterampilan baru guna meningkatkan daya saing serta kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat.

Materi Sosialisasi
1.      Digital Marketing dan Literasi Aplikasi Keuangan
Materi ini disampaikan oleh Dr. Moh. Agung Surianto, S.E., MS.M., sebagai narasumber pertama yang menjelaskan berbagai strategi pemasaran digital, termasuk pemanfaatan media sosial, marketplace, serta menyinggung sedikit teknik optimasi konten untuk meningkatkan jangkauan pasar. Digital Marketing pada kali ini membahas mengenai pentingnya mengetahu bagaimana pengaruh pemasaran secara online.
Mengapa digital marketing? Karena digital marketing di era sekarang sangatlah di perlukan, sebab lebih menguntungkan dan mempermudah di kenal oleh masyarakat umum. Selain media sosial, nama brand juga penting untuk sebuah produk yang ingin dipromosikan di media sosial, menurut agama islam nama adalah doa begitupun nama brand juga harus menjadi berkah buat kita sendiri dan bisa menarik konsumen “Kata Bapak Agung Surianto”, setelah itu branding juga penting dikarenakan suatu brand juga memerlukan bandingan tersendiri untuk menarik konsumen agar lebih tau tentang usaha yang dijalankan.
Berikutnya ada karakteristik sektor jasa keuangan. Yang pertama terdapat beberapa keuangan bank seperti bank umum (BRI, BNI, BCA), bank BPR {lembaga keuangan yang melayani UMKM), Bank Syariah (BSI, Bank Muamalat), dan Bank Asing. Yang kedua non bank seperti Koperasi, Pegadaian, Leasing, Csr Perusahaan, Sekuritas Asuransi, Dan Fintech (Aplikasi Pinjaman Online), dan yang terakhir Kur (Kredit Usaha Rakyat) kredit dari bank seperti BNI atau BRI tetapi bunganya lebih kecil karena kredit ini dikhususkan untuk para umkm.
Ada beberapa penyampaian juga mengenai bagaimana bahayanya Pinjol (Pinjaman Online) dan Judol Judi Online) pada masyarakat di Desa Tanjangawan. Pengaruh perekonomian yang ada menjadikan Pinjol dan Judol sebagai salah satu alternatif untuk mencari Uang, tetapi ada bahaya yang menunggu di akhir dari hal tersebut. Hal ini menjadikan kami menginginkan adanya sosialisasi mengenai hal tersebut untuk mengatasi supaya kejadian yang tidak di inginkan terjadi dan mengasilkan kerugan bagi diri sendiri maupun keluarga.

2.      Cara Membuat Konten
Materi kedua disampaikan oleh Kak Jamila sebagai narasumber  menyampaikan materi mengenai cara membuat konten yang menarik dan efektif dalam pemasaran digital. Awal dari pembahasan Kak Jamilah menerangkan bagaimana Bicara di depan. Dengan adanya Public Speaking yang di sampaikan kak Mila menajadikan pemahaman awal untuk berani berbcara terlebih dahulu. Ada penyampaian tentang Perbedaan penjualan dulu dan Juga sekrang, jaman dulu Buka cabang yang banyak, tempat strategis, auto ramai dan jaman sekarang harus bikin konten, Iklan online, ada berbayar, digital marketing, dan iklan menggunakan influencer.
Ada juga pembahasan mengenai strategi untuk menghasilakan Uang Secara Digital yaitu dengan Kenali Skill dan Minat dari individu masing –  Masing, Bangun Personal Branding, Monetisasi Konten atau Keahlian. Ada juga alat yang harus ada ketika membuat konten, yaitu Handphone, Microphone, tripod, lighting dan aplikasi editor. Dan penyampaian terakhir, yaitu tentang Jenis Konten dimana ada beberapa jeni konten, yaitu Story talling, Edukasi dan Mix.
Semua persiapan harus di lakukan untuk menunjang kesiapan UMKM membuat konten yang Rapi dan enak di lihat oleh masyarakat Umum. Kak Jamilah juga mengajak Ibu-Ibu PKK dan Pemuda yang hadir untuk membuat konten yang mungkin bisa jadi gambaran untuk pembuatan kontennya.Poin utama dari cara membuat konten , yaitu basic darsar membuat konten dari UMKM masing-masing.dan beranikan diri sendiri untuk tampil di depan camera, yang mengahasilkan konten bermanfaat pagi orang yang melihat.

Manfaat dan Tujuan Sosialisasi
Kegiatan ini memberikan manfaat bagi peserta, antara lain:
·        Meningkatkan pemahaman mengenai strategi pemasaran digital untuk memperluas jangkauan bisnis.
·        Meningkatkan pengetahuan menganai bagaimana pengaruh dari Pemasaran online.
·        Mendorong Pelaku UMKM anak muda untuk memanfaatkan teknologi digital dalam pengembangan usaha dan karier mereka.
·        Menjadikan pelaku usaha mampu mengetahui bahayanya Pinjol dan Judol bagi individu, keluarga dan masyarakat.
·        Memberikan keterampilan dalam pembuatan konten digital yang menarik untuk meningkatkan engagement dengan pelanggan
·        Untuk meningkatkan keberanian Pelaku UMKM untuk menjadikan konten sebagai salah satu sistem pemasaran yang efektif dan mudah.
Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah:
·        Memberikan edukasi tentang pentingnya digital marketing dalam dunia bisnis modern.
·        Meningkatkan literasi keuangan masyarakat agar lebih cerdas dalam mengelola keuangan Pribadi dan Usaha.
·        Mengembangkan keterampilan pembuatan konten digital yang dapat mendukung strategi pemasaran.
·        Mendorong inovasi dan kreativitas dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai peluang usaha.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan masyarakat Desa Tanjangawan dapat lebih siap dalam menghadapi tantangan ekonomi digital serta mampu mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk meningkatkan kesejahteraan mereka dan Desa Tanjangawan.
Monitoring Selama 1 minggu setelah sosialisasi di jalankan, sebagai bentuk apakah penyampaian yang di sampaikan pemateri mampu di terima oleh warga atau pelaku UMKM.
Susunan panitia acara:
1.       M.Ihsan Apriliyanto (Ketua Klp KKN 39)
2.       M.Fajar Maulana ( Wakil Ketua KKN 39)
3.       Rikha Anggun Novita Sari (Seketaris)
4.       Sasmita Putri Apriliani (Bendahara)
5.       Andika Satria Agung (sie Acara)
6.       Mervinda Zhava Anbiya (sie Acara)
7.       Hikmah Asisyanadhifah (sie Humas)
8.       Muh, Ainur Rofiq (Sie Dekdok)
9.       Tantri Anggraeni (sie Dekdok)
10.   M. Abid Zaidan Azzam (sie Perkab)
11.   Nur Yana (sie konsumsi)
12.   Uyun Nursihah ( sie konsumsi)

(Red)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments