Rabu, Februari 11, 2026
spot_img
BerandaBeritaKelurahan Krian bersama puskesmas krian Gelar Sosialisasi TBC 2026, Tekankan Deteksi Dini...

Kelurahan Krian bersama puskesmas krian Gelar Sosialisasi TBC 2026, Tekankan Deteksi Dini dan Kepatuhan Pengobatan

Radarnews9.com || Sidoarjo – Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta menekan angka penularan penyakit menular, Kelurahan Krian menggelar kegiatan Sosialisasi Tuberkulosis (TBC) Tahun 2026 pada Selasa, 10 Februari 2026, di Gedung Palapa Aula Bawah. Kegiatan ini diikuti puluhan warga dan unsur perangkat wilayah serta tenaga kesehatan.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Camat Krian Nawari, S.H., S.Sos., M.M., Lurah Krian Udik Arif Muzayyin, S.T., M.M., Kepala Puskesmas Krian dr. Titik Sri Harsasih, M.M., Bidan Desa Ibu Ana Susanti, serta jajaran perangkat kelurahan dan kader kesehatan setempat.

Dalam sambutannya, Lurah Krian Udik Arif Muzayyin menegaskan bahwa penanganan TBC membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Deteksi dini dan keterbukaan informasi terkait gejala menjadi kunci utama untuk memutus rantai penularan di lingkungan warga.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak ragu memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang mengarah pada TBC serta mendukung anggota keluarga atau tetangga yang sedang menjalani pengobatan.

“Peran masyarakat sangat penting. Jika ada gejala, segera periksa dan jangan menunda. Dengan deteksi dini dan pengobatan yang tuntas, penularan bisa dicegah dan pasien bisa sembuh,” tegasnya.

Materi utama sosialisasi disampaikan oleh Kepala Puskesmas Krian, dr. Titik Sri Harsasih. Dalam paparannya, ia menjelaskan secara rinci mengenai gejala TBC, cara penularan, langkah pencegahan, serta pentingnya pengobatan sampai tuntas tanpa terputus.

Menurutnya, gejala TBC yang perlu diwaspadai antara lain batuk berkepanjangan lebih dari dua minggu, penurunan berat badan, keringat malam, dan demam yang tidak kunjung reda. Penularan terjadi melalui droplet di udara saat penderita batuk atau bersin, terutama di lingkungan dengan sirkulasi udara yang kurang baik.

“Pencegahan bisa dilakukan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, menjaga ventilasi rumah, menggunakan etika batuk, serta segera memeriksakan diri. TBC bisa disembuhkan asalkan pasien disiplin minum obat sesuai anjuran hingga selesai,” jelas dr. Titik.

Bidan Desa, Ibu Ana, turut mendampingi sesi edukasi dengan membuka dialog interaktif bersama warga. Ia juga menjelaskan peran bidan desa, posyandu, dan kader kesehatan dalam pemantauan serta pendampingan pasien selama masa pengobatan.

Peserta tampak antusias mengikuti jalannya sosialisasi, ditandai dengan banyaknya pertanyaan seputar gejala awal, prosedur pemeriksaan, serta layanan pengobatan yang tersedia di fasilitas kesehatan pemerintah.

Melalui kegiatan ini, Kelurahan Krian berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya dan penanganan TBC semakin meningkat, sekaligus mengurangi stigma terhadap penderita. Sinergi antara pemerintah kelurahan dan tenaga kesehatan diharapkan mampu mempercepat terwujudnya lingkungan yang lebih sehat dan bebas TBC.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments