Radarnews9.com || Sidoarjo, 31 Maret 2026 – Isu mengenai kenaikan drastis harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang disebut-sebut akan berlaku mulai 1 April 2026 dipastikan tidak benar alias hoax. Kabar yang beredar luas di media sosial tersebut telah memicu keresahan di tengah masyarakat, khususnya di wilayah Wonokupang Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo.
Informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan itu bahkan mencantumkan angka kenaikan yang tidak berdasar, seperti Pertalite menjadi Rp14.000 per liter dan Bio Solar Rp9.500 per liter. Dampaknya, sejumlah SPBU di kawasan Balongbendo sempat mengalami lonjakan antrean kendaraan mulai dari sepeda motor, mobil pribadi, hingga kendaraan angkutan barang atau truk, akibat kekhawatiran masyarakat terhadap potensi kelangkaan BBM.

Menanggapi hal tersebut, Pengawas SPBU Wonokupang Balongbendo, Mustajab, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada kebijakan resmi dari pemerintah maupun Pertamina terkait penyesuaian harga BBM per 1 April 2026.
“Kami pastikan informasi yang beredar itu tidak benar. Masyarakat tidak perlu panik. Stok BBM di wilayah kami aman dan mencukupi. Kami mengimbau agar warga tidak melakukan panic buying karena justru dapat menimbulkan antrean dan gangguan distribusi,” ujar Mustajab.
Berdasarkan pantauan langsung di SPBU wilayah Balongbendo per 31 Maret 2026, harga BBM masih mengacu pada ketentuan resmi yang berlaku, dengan rincian sebagai berikut:
• Solar Subsidi (CN 48) : Rp6.800 per liter (tidak berubah).
• Pertalite (RON 90) : Rp10.000 per liter (tidak berubah).
• Pertamax (RON 92) : Rp12.300 per liter
• Pertamax Green (RON 95) : Rp13.150 per liter
• Pertamax Turbo (RON 98) : Rp13.100 per liter
• Dexlite (CN 51): Rp14.200 per liter
• Pertamina DEX (CN 53): Rp14.500 per liter
Masyarakat diminta untuk lebih selektif dalam menerima dan menyebarkan informasi. Pastikan setiap informasi mengenai kebijakan harga BBM berasal dari saluran komunikasi resmi pemerintah, Pertamina, atau akun terverifikasi instansi terkait.
Aparatur keamanan dan instansi berwenang akan terus memantau situasi di lapangan guna memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan kondusif. Warga diharapkan tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab yang sengaja dibuat untuk menimbulkan kegaduhan.



