Radarnews9.com – Sidoarjo || Suasana jelang pelaksanaan Pilkades di Desa Barengkrajan, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, disebut semakin memanas. Istri Topan, salah satu warga Desa Barengkrajan, mengaku mengalami trauma berat setelah adanya dugaan intimidasi yang ditujukan kepada keluarganya.
Menurut pengakuan Topan, istrinya merasa ketakutan setelah mendengar adanya ancaman bahwa dirinya akan dilaporkan ke Polda Jawa Timur tanpa alasan yang jelas. Kondisi tersebut disebut membuat sang istri mengalami tekanan mental hingga merasa mual dan ketakutan setiap kali membahas persoalan Pilkades yang akan berlangsung.
“Sekarang istri saya merasa takut terus, sampai perutnya mual-mual karena memikirkan intimidasi yang terus disebarkan,” ujar Topan kepada awak media.
Topan menilai adanya pihak-pihak tertentu yang diduga sengaja menakut-nakuti keluarganya berkaitan dengan situasi politik desa menjelang pemilihan kepala desa. Ia juga menyebut dugaan intimidasi tersebut berasal dari pihak yang berkaitan dengan calon incumbent nomor urut 3 dalam Pilkades Desa Barengkrajan.
Kondisi ini membuat keluarga Topan merasa tidak nyaman dan berharap situasi politik di desa dapat berjalan dengan damai tanpa adanya tekanan maupun ancaman terhadap warga yang memiliki pandangan berbeda.
Masyarakat pun berharap seluruh pihak yang terlibat dalam kontestasi Pilkades dapat menjaga kondusivitas desa serta mengedepankan proses demokrasi yang sehat, aman, dan tanpa intimidasi. Selain itu, aparat terkait diminta turut memantau situasi agar tidak terjadi hal-hal yang dapat memicu keresahan di tengah masyarakat.(team/red)



