Radarnews9.com – Gresik || Oknum Kades Doudo Berisinial (STM) Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik, diduga kuat ada yang di sembunyikan, setiap kali awak media berkunjung ke kantor desa Doudo tidak pernah ada di kantor, dari pihak perangkat desa sendiri saat ditanya dimana keberadaan kepala desa, dengan santainya menjawab, gak ada mas dari tadi pagi mungkin ada giat di luar, sambil menyodorkan buku tamu dan amplop untuk para media/LSM yang datang dengan dalih uang bensin, kami dari awak media bertanya-tanya ada apa dengan pemerintahan Doudo.
Setelah terhimpun, kami dari team awak media meninggalkan kantor desa dalam perjalanan di perkampungan Desa Doudo, kami tim awak media menemukan bangunan pavingisasi yang masih baru dan tidak ada papan informasi yang berada di bangunan tersebut, kami pun dari tim awak media mengkonfirmasi warga sekitar, memang dari membangun pavingisasi awal sampai akhir, tidak ada papan informasi, pungkasnya.
Hal jelas telah melanggar aturan hukum yang berlaku bagi keterbukaan informasi publik untuk penyelenggaraan pembangunan Tampa di lengkapi prasasti di pembangunan pavingisasi tersebut, ketidak jelasan pengelolaan anggaran pembangunan semakin menguat mengarah penyimpangan, demi keuntungan pribadi.

Saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp kepala desa Doudo yang berinisial (STM) tidak pernah merespon/menjawab, padahal telepon selular aktif, sebagai pejabat publik pelayan masyarakat seharusnya memberikan kenyamanan bagi masyarakat atau pun dari instansi-instansi yang bergerak di bidang apapun.
Hal yang mengedepankan pemberian amplop bagi media/LSM yang datang berkunjung ke kantor desa Doudo, dengan dalih uang bensin, itu menjadi pertanyaan bagi para awak media yang tugasnya kontrol sosial mencari informasi sesuai apa yang di temukan di lapangan.
Menanggapi hal yang terjadi seperti di pemerintahan desa Doudo, justru semakin ingin mencari tahu ada apa dengan kepala desa Doudo, dengan amplop yang di berikan perangkat desa kepada setiap instansi yang datang.
Ketidak transparansinya pemerintahan desa Doudo, untuk Maslah pembangunan pengelolahan keuangan membuat masyarakat resah, dengan harapan kemajuan dan kesejahteraan, di permainkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Saya berharap dari pihak kecamatan dan pemerintah kabupaten untuk turun ke lapangan menindak lanjut oknum-oknum kepala desa yang bermain-main menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pelayan masyarakat yang tidak sesuai dengan peraturan”.
Sampai berita ini di terbitkan tidak ada petunjuk dari oknum kepala desa Doudo untuk klarifikasi permasalahan tersebut, pungkasnya.(ZU)


