Radarnews9.com || Sidoarjo, 10 Juni 2026 – Kelurahan Krian menggelar kegiatan Screening TBC Tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan deteksi dini dan pencegahan penyebaran Tuberkulosis (TBC) di masyarakat.
Kegiatan ini melibatkan tenaga kesehatan, kader kesehatan, perangkat kelurahan, serta berbagai unsur masyarakat sebagai bentuk komitmen bersama dalam pengendalian TBC.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, jumlah penderita TBC di wilayah Kelurahan Krian masih tergolong tinggi dibandingkan beberapa wilayah lainnya.
Kondisi ini menjadi perhatian serius karena TBC merupakan penyakit menular yang dapat menyebar dengan cepat apabila tidak ditangani secara tepat dan menyeluruh.
Sebagai langkah konkret dalam pengendalian TBC, Kelurahan Krian membentuk Desa Siaga TBC yang bertujuan meningkatkan peran aktif masyarakat dalam menemukan kasus secara dini, mendampingi pasien selama masa pengobatan, serta memberikan edukasi mengenai pencegahan dan penanggulangan TBC.

Melalui program Desa Siaga TBC, diharapkan terjalin kolaborasi yang kuat antara pemerintah kelurahan, fasilitas kesehatan, kader, dan masyarakat untuk menekan angka penyebaran TBC serta mewujudkan lingkungan yang sehat dan bebas TBC.
Kegiatan screening ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa TBC dapat disembuhkan apabila penderita menjalani pengobatan secara teratur dan mendapatkan dukungan dari keluarga maupun lingkungan sekitar.
Kepala Puskesmas Krian, Dr. Titik Sri Harsasi, M.M, yang hadir memberikan pelatihan dan sosialisasi kepada peserta, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat peran masyarakat dalam penanggulangan TBC.
“Pengendalian TBC tidak bisa hanya dilakukan oleh tenaga kesehatan. Diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari kader, perangkat kelurahan, hingga keluarga pasien. Melalui pembentukan Desa Siaga TBC, kami berharap deteksi dini dapat ditingkatkan, pengobatan pasien berjalan tuntas, dan angka penularan TBC di Kelurahan Krian dapat ditekan secara signifikan,” ujar Dr. Titik Sri Harsasi, M.M.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak takut melakukan pemeriksaan apabila mengalami gejala TBC serta tidak memberikan stigma kepada penderita, karena TBC dapat disembuhkan melalui pengobatan yang teratur dan lengkap.
Pembentukan Desa Siaga TBC menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat dalam mewujudkan Kelurahan Krian yang lebih sehat.
Dengan semangat kebersamaan, seluruh elemen masyarakat diharapkan berperan aktif dalam upaya pencegahan, penemuan kasus, serta pendampingan pengobatan TBC.
“Bersama masyarakat, Kelurahan Krian siap bergerak mewujudkan Desa Siaga TBC demi terciptanya Krian yang lebih sehat, tangguh, dan bebas Tuberkulosis.”












