Bawaslu “Goes To School” Kali Ini Menyasar SMAN 1 Kedamean Selaku Pemilih Pemula. 

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Radarnews9.com – Gresik || Perwakilan Bawaslu Kab Gresik Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) terus memperkuat peran pendidikan partisipatif di tengah masa non tahapan pemilu. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui program Bawaslu “Goes To School” yang menyasar kalangan pelajar sebagai pemilih pemula.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran generasi muda tentang pentingnya pengawasan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas. Dalam kegiatan tersebut, Bawaslu Kab Gresik memberikan edukasi terkait demokrasi, peran pengawas pemilu, serta pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mencegah pelanggaran pemilu.

Perwakilan Bawaslu Kab Gresik menyampaikan bahwa masa non tahapan bukan berarti berhenti bekerja, melainkan momentum strategis untuk membangun fondasi pengawasan berbasis masyarakat sejak dini. “Melalui sekolah, kami ingin menanamkan nilai-nilai demokrasi dan partisipasi aktif kepada siswa/i sebagai generasi penerus bangsa,” Ucapnya saat memberikan materi di hadapan Siswa/i kelas XI dan XII SMAN 1 Kedamean selaku pemilih pemula, Kamis (23/07/2026) bertempat di masjid SMAN 1 Kedamean sampai selesai.

Tidak lupa Bidang Humas SMAN 1 Kedamean, Trie Bagus, S.Pd. menyampaikan apresiasinya atas kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi ini penting untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai hak dan kewajiban dalam berpolitik.

“Harapannya, pertemuan ini dapat menyosialisasikan hak dan kewajiban dalam berpolitik, termasuk memahami bahaya money politik dan berita hoaks yang kerap menyasar pemilih pemula,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Anggota Bawaslu Kab Gresik memberikan pemahaman proses penanganan pelanggaran pemilu. Setiap laporan yang masuk akan melalui mekanisme penanganan pelanggaran tentunya merujuk pada waktu dan keterpenuhan syarat formil materil dari dugaan pelanggaran yang dilaporkan Jika terbukti, pelanggaran dapat ditindak sesuai jenisnya, baik itu pelanggaran administratif, pidana pemilu, pelanggaran kode etik dan dugaan pelanggaran peraturan lainnya.

Baca Juga:  *Tutup Turnamen Bulutangkis Antar media Kapoda Jatim Eksibisi Match Vs Juara 1*

Beberapa contoh pelanggaran yang disampaikan kepada siswa/i antara lain praktik politik uang, kampanye di luar jadwal, Isu-Isu sara, penyebaran hoaks dan ujaran kebencian yang dapat mempengaruhi pilihan pemilih.

Ia juga menekankan pentingnya keberanian masyarakat untuk melaporkan dugaan pelanggaran.

“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk berpartisipasi. Laporan dari masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pemilu,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan Bawaslu Kab Gresik, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat menjelaskan, khususnya siswa yang akan berusia 17 tahun, yang sudah genap 17 tahun, hingga yang belum berusia 17 tahun namun telah menikah dan memenuhi syarat sebagai pemilih.

“Pemilih pemula merupakan kunci masa depan demokrasi. adik-adik Siswa/i harus paham bahwa suara adik-adik menentukan arah bangsa,” kata Perwakilan Bawaslu Kab Gresik.

Menariknya, siswa/i yang secara usia belum 17 tahun, tetapi sudah menikah. Sesuai aturan, kelompok ini tetap memiliki hak pilih, sehingga penting untuk mendapatkan edukasi yang sama agar tidak salah dalam menggunakan haknya.

Para siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan yang dikemas secara interaktif, mulai dari diskusi, hingga sesi tanya jawab diharapkan, melalui program ini, para pelajar dapat menjadi agen pengawasan di lingkungan masing-masing.

Melalui “Bawaslu Goes To School”, diharapkan tercipta generasi muda yang merupakan aset Kualitas Demokrasi kedepan bisa menjadi perpanjangan tangan yang kritis dan berintegritas, serta mampu menjadi Garda terdepan dalam mengawal proses demokrasi yang jujur dan adil di Kabupaten Gresik.(MtH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel radarnews9.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

WBP Lapas Sidoarjo Siap Produksi Cover Paspor, Perkuat Kemandirian Melalui Kerja Sama dengan Pihak Ketiga
Lapas Sidoarjo Ikuti Rapat Analisis dan Evaluasi Capaian Kinerja Triwulan II Semester I Tahun 2026
Achmad Syaifudin. S.Pd., M.Pd. Kepala Sekolah SMKN 1 Donorejo Pacitan Terus Berinovasi Menciptakan Generasi Kreatif Dan Berdaya Guna.
Diduga Ada Unsur Pemerasan Puluhan Juta Uang Di Bungkus Plastik Hitam Di Mobil Honda CRV Putih, Kasat Narkoba Polres Lamongan Mengelak Dan Memblokir Nomer Wartawan.
Klinik Pratama Lapas Delta Sidoarjo Gelar Pertemuan Evaluasi Akreditasi, Perkuat Komitmen Tingkatkan Mutu Layanan Kesehatan
Lapas Sidoarjo Jadi Tuan Rumah Pelatihan Program TBC untuk Tingkatkan Kapasitas Tenaga Kesehatan
Job Fair Tematik 2026, Bupati Fandi Akhmad Yani Tegaskan Job Fair Bukan Gimmick.
Hadapi Perubahan Iklim, Bupati Fandi Akhmad Yani Perkuat Pertanian Gresik melalui Modernisasi Irigasi.
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:42 WIB

Bawaslu “Goes To School” Kali Ini Menyasar SMAN 1 Kedamean Selaku Pemilih Pemula. 

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:12 WIB

WBP Lapas Sidoarjo Siap Produksi Cover Paspor, Perkuat Kemandirian Melalui Kerja Sama dengan Pihak Ketiga

Rabu, 22 Juli 2026 - 23:59 WIB

Lapas Sidoarjo Ikuti Rapat Analisis dan Evaluasi Capaian Kinerja Triwulan II Semester I Tahun 2026

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:34 WIB

Achmad Syaifudin. S.Pd., M.Pd. Kepala Sekolah SMKN 1 Donorejo Pacitan Terus Berinovasi Menciptakan Generasi Kreatif Dan Berdaya Guna.

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:44 WIB

Diduga Ada Unsur Pemerasan Puluhan Juta Uang Di Bungkus Plastik Hitam Di Mobil Honda CRV Putih, Kasat Narkoba Polres Lamongan Mengelak Dan Memblokir Nomer Wartawan.

Berita Terbaru