Warga Punduttrate Bantah Galian C Ilegal: Penggalian untuk Perluasan Tampungan Air Bersih

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 4 September 2026 - 16:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gresik – Sejumlah warga Desa Punduttrate, Kabupaten Gresik, menyayangkan munculnya informasi yang menyebut adanya dugaan aktivitas galian C ilegal di wilayah mereka. Warga menegaskan, kegiatan penggalian tanah tersebut merupakan bagian dari upaya swadaya masyarakat untuk memperluas daya tampung air bersih guna menghadapi ancaman kekeringan saat musim kemarau.

Menurut warga, kegiatan tersebut bermula dari kebutuhan masyarakat terhadap ketersediaan air bersih. Rencana perluasan tampungan air sebelumnya telah dibahas melalui musyawarah warga yang berlangsung di Balai Desa Punduttrate.

Warga menyebut kegiatan itu tidak dibiayai melalui APBN, APBD maupun APBDes. Masyarakat berkontribusi melalui tenaga dan pemikiran dalam proses pembangunan sarana penampungan air yang diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan air bagi kebutuhan sehari-hari.

“Ini merupakan kebutuhan masyarakat. Ketika musim kemarau, ketersediaan air menjadi persoalan. Karena itu, masyarakat berinisiatif memperluas daya tampung air agar kebutuhan warga bisa lebih tercukupi,” ujar Abdul Khodir, salah seorang warga Desa Punduttrate.

Bukan untuk Kepentingan Pribadi

Abdul Khodir menjelaskan, lokasi penggalian sebelumnya merupakan telaga yang dimanfaatkan sebagai sumber air masyarakat. Di sisi barat lokasi tersebut juga terdapat menara Pamsimas yang selama ini menyalurkan air bersih ke rumah-rumah warga.

Namun, kapasitas tampungan air dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara maksimal, terutama ketika musim kemarau. Kondisi tersebut kemudian mendorong masyarakat untuk melakukan perluasan dan penataan tanggul.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak bertujuan mengambil keuntungan pribadi dari material hasil penggalian. Fokus masyarakat, kata dia, adalah meningkatkan kapasitas tampungan air sekaligus menjaga fungsi resapan.

“Tujuannya bukan untuk kepentingan pribadi. Ini untuk kepentingan bersama, terutama memenuhi kebutuhan air bersih dan air konsumsi masyarakat sehari-hari,” katanya.(IR)

Baca Juga:  Solusi Atasi Tumpukan Sampah di TPA Ngipik, Bupati Gresik Resmikan Operasional Landfill Mining

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel radarnews9.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Gresik Bersama Baznas Salurkan Bantuan Pendidikan dan Pemberdayaan
​Lapas Sidoarjo Dorong Kemandirian Warga Binaan Lewat Peternakan Ayam Elba
Polres Gresik Beri Kejutan HUT TNI ke-81, Sinergitas TNI-Polri Semakin Solid
Bupati Gresik Buka Pelatihan Usaha Bunda Puspa, Dorong Perempuan Gresik Semakin Berdaya dan Mandiri
Lapas Sidoarjo Panen 35 Kg Lele Hasil budidaya lele dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan
Kakanwil Ditjenpas Jatim Cek Langsung Keamanan dan Layanan di Lapas Kelas IIA Sidoarjo
Buka Sosialisasi, Wabup Alif Tekankan Kolaborasi dan Dukungan Bersama dalam Penanggulangan HIV/AIDS di Gresik.
GIATJA Lapas Sidoarjo Dorong Warga Binaan Berkarya, Produk Unggulan Dipamerkan di Galeri
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Pemkab Gresik Bersama Baznas Salurkan Bantuan Pendidikan dan Pemberdayaan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:01 WIB

​Lapas Sidoarjo Dorong Kemandirian Warga Binaan Lewat Peternakan Ayam Elba

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Polres Gresik Beri Kejutan HUT TNI ke-81, Sinergitas TNI-Polri Semakin Solid

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:59 WIB

Bupati Gresik Buka Pelatihan Usaha Bunda Puspa, Dorong Perempuan Gresik Semakin Berdaya dan Mandiri

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:58 WIB

Lapas Sidoarjo Panen 35 Kg Lele Hasil budidaya lele dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan

Berita Terbaru