Sekolah Rakyat Gresik Diperkuat, Pemkab Biayai Bimbingan Belajar hingga Pendampingan Mengaji

Avatar photo

- Penulis

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Radarnews9.com || Gresik, 10 Oktober 2026 — Dukungan Pemerintah Kabupaten Gresik terhadap pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tidak berhenti pada penyediaan akses pendidikan formal. Melalui program Sekolah Rakyat, Pemkab Gresik juga memberikan dukungan berupa bimbingan belajar bersama Ruangguru dan pendampingan mengaji yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Gresik.

Dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif dalam memperluas kesempatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mengembangkan kemampuan, mengenali potensi diri, dan mempersiapkan masa depan.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik, Ummi Khoiroh mengatakan, bahwa Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah pusat yang menjadi bagian dari upaya penanggulangan kemiskinan melalui jalur pendidikan. Oleh karena itu, pelaksanaannya membutuhkan dukungan dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

“Pemerintah Kabupaten Gresik sangat mendukung program luar biasa dari Presiden Prabowo, yaitu Sekolah Rakyat. Kami berharap keberadaan Sekolah Rakyat dapat diterima secara luas oleh masyarakat karena program ini merupakan salah satu upaya pemberantasan kemiskinan melalui jalur pendidikan,” ujar Ummi saat ditemui di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Gresik, Jumat (9/10).

Salah satu bentuk dukungan Pemkab Gresik diwujudkan melalui program Smart School bersama Ruangguru. Saat ini, program tersebut diikuti oleh 75 siswa kelas XI untuk mempersiapkan diri menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) sekaligus memperkuat kemampuan akademik sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Dalam program ini, siswa mengikuti sesi pembelajaran selama 90 menit bersama master teacher Ruangguru. Setiap sesi dilengkapi dengan tes awal (pre-test) dan tes akhir (post-test) untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari.

Kegiatan pembelajaran dijadwalkan setiap Selasa dan Rabu pukul 19.00–20.30 WIB serta Jumat pukul 10.00–11.30 WIB. Siswa juga memperoleh akses premium Ruang Belajar untuk jenjang SMA dan materi Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Melalui fasilitas tersebut, siswa dapat mempelajari materi melalui video pembelajaran, mengerjakan latihan soal beserta pembahasannya, serta memanfaatkan fitur ADAPTO untuk mendukung proses belajar.

Selain itu, siswa mendapatkan akses ke tes minat dan bakat premium untuk membantu mereka mengenali potensi diri, minat terhadap mata pelajaran dalam Kurikulum Merdeka, serta pilihan program studi di perguruan tinggi. Hasil tes tersebut dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menentukan arah pendidikan sesuai dengan minat dan kemampuan masing-masing siswa.

Untuk saat ini, pendampingan akademik bersama Ruangguru masih diberikan kepada siswa kelas XI. Ke depan, Pemkab Gresik mengupayakan perluasan program agar dapat menjangkau siswa kelas XI dan XII. Perluasan tersebut diharapkan dapat membantu siswa mempersiapkan diri secara lebih terarah untuk melanjutkan pendidikan setelah lulus.

Baca Juga:  Pemkab Gresik Tegaskan Tidak Ada Rekrutmen CPNS 2026, Warga Diminta Waspada Penipuan

Dukungan Pemkab Gresik juga mencakup pendampingan keagamaan bagi seluruh siswa Sekolah Rakyat pada jenjang SD, SMP, dan SMA. Kegiatan mengaji dilaksanakan lima kali dalam sepekan dengan dukungan guru mengaji, pengajar tahfiz Al-Qur’an, dan imam masjid. Pembiayaan kegiatan tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Gresik. Selain itu, Dinas Sosial Kabupaten Gresik juga menyediakan khatib salat Jumat yang memiliki kompetensi di bidangnya.

Ummi menjelaskan bahwa komitmen Pemkab Gresik dalam mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat juga diwujudkan melalui penyediaan lahan seluas 6,5 hektare di Desa Raci Tengah. Selain itu, Pemkab Gresik melibatkan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk menjangkau calon siswa dari keluarga yang termasuk dalam desil 1 dan 2 melalui kunjungan dari rumah ke rumah.

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan anak-anak dari keluarga sasaran memiliki kesempatan memperoleh akses pendidikan. Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjangkau lebih banyak anak yang membutuhkan.

Kepala Sekolah Rakyat Gresik Rangga Pratama mengatakan, bahwa program pendidikan di sekolah tersebut mencakup tiga bidang utama, yaitu akademik, kesiswaan, dan keasramaan. Selain mengikuti pembelajaran bersama Ruangguru, siswa juga mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang diarahkan untuk membina prestasi sekaligus mengembangkan kemampuan diri.

“Program bersama Ruangguru ini diinisiasi oleh Pemkab Gresik untuk meningkatkan kompetensi siswa, mempersiapkan mereka menghadapi TKA, serta mendukung mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Kami berharap potensi anak-anak dapat dipetakan sejak dini sehingga setelah lulus, mereka lebih mudah menentukan arah masa depan,” ungkap Rangga.

Menurut Rangga, dukungan Pemkab Gresik membantu sekolah memberikan pendampingan yang lebih luas, tidak hanya dalam pembelajaran akademik, tetapi juga dalam pengembangan diri dan keagamaan. Kehadiran guru mengaji, pengajar tahfiz Al-Qur’an, serta khatib salat Jumat merupakan bagian dari dukungan tersebut.

Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Gresik dibangun dengan anggaran sekitar Rp250 miliar. Pada 30 Agustus 2026, Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kabupaten Gresik menerima 270 siswa baru, yang terdiri atas 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.

Saat ini, Sekolah Rakyat Gresik menampung total 405 siswa, termasuk 75 siswa lama dan 60 siswa titipan dari Kabupaten Lamongan. Pada jenjang SMA, kegiatan pembelajaran saat ini berlangsung untuk kelas X dan XI, sedangkan kelas XII belum memiliki siswa.(Rmo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel radarnews9.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tingkatkan Kemandirian Warga Binaan, Lapas Kelas IIA Sidoarjo Sukses Gelar Panen Raya Kangkung
Menatap Masa Depan Produktif, Warga Binaan Lapas Sidoarjo Dibekali Keterampilan Praktis
Pemkab Gresik Bersama Baznas Salurkan Bantuan Pendidikan dan Pemberdayaan
​Lapas Sidoarjo Dorong Kemandirian Warga Binaan Lewat Peternakan Ayam Elba
Polres Gresik Beri Kejutan HUT TNI ke-81, Sinergitas TNI-Polri Semakin Solid
Bupati Gresik Buka Pelatihan Usaha Bunda Puspa, Dorong Perempuan Gresik Semakin Berdaya dan Mandiri
Lapas Sidoarjo Panen 35 Kg Lele Hasil budidaya lele dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan
Kakanwil Ditjenpas Jatim Cek Langsung Keamanan dan Layanan di Lapas Kelas IIA Sidoarjo
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Sekolah Rakyat Gresik Diperkuat, Pemkab Biayai Bimbingan Belajar hingga Pendampingan Mengaji

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:37 WIB

Tingkatkan Kemandirian Warga Binaan, Lapas Kelas IIA Sidoarjo Sukses Gelar Panen Raya Kangkung

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:29 WIB

Menatap Masa Depan Produktif, Warga Binaan Lapas Sidoarjo Dibekali Keterampilan Praktis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Pemkab Gresik Bersama Baznas Salurkan Bantuan Pendidikan dan Pemberdayaan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:01 WIB

​Lapas Sidoarjo Dorong Kemandirian Warga Binaan Lewat Peternakan Ayam Elba

Berita Terbaru