Bersama Bupati Yani, Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp7,6 Miliar dan Tinjau Pasar Murah di Gresik

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 13 Maret 2026 - 19:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Radarnews9.com || Gresik, 13 Maret 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyalurkan bantuan sosial dan bantuan pemberdayaan senilai Rp7.607.800.000 kepada masyarakat Kabupaten Gresik. Penyaluran ini dilakukan dalam kegiatan Sapa Bansos Amaliyah Ramadan 1447 H di Pendopo Alun-Alun Gresik, Jumat (13/3). Usai penyerahan bantuan, agenda dilanjutkan dengan meninjau pasar murah di Pudak Galeri Gresik.

Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyalurkan berbagai program bantuan yang menyasar kelompok rentan, pilar sosial, hingga desa penerima program pemberdayaan. Bantuan itu meliputi Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD), bantuan program pembinaan jalan kabupaten, bantuan program pemberdayaan BUM Desa, program Desa Berdaya, program Jatim Puspa, serta bantuan keuangan desa.

Selain itu, disalurkan pula Bantuan Sosial PKH Plus bagi lansia, Bantuan Sosial Kemiskinan Ekstrem, zakat produktif, bantuan operasional pendamping PKH Plus, serta tali asih bagi Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Taruna Siaga Bencana (Tagana). Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan pemeliharaan jalan berupa 250 drum aspal.

Berdasarkan rekapitulasi alokasi bantuan sosial, BOP/tali asih pilar sosial, dan bantuan lainnya Tahun 2026 untuk Kabupaten Gresik, total bantuan yang disalurkan mencapai Rp7.607.800.000. Nilai tersebut terdiri atas bantuan dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur sebesar Rp3.445.900.000, BUMD Provinsi Jawa Timur sebesar Rp25.000.000, Dinas PMD Provinsi Jawa Timur sebesar Rp736.900.000, serta Bantuan Keuangan Desa sebesar Rp3.400.000.000.

Rincian bantuan dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur antara lain PKH Plus bagi 1.202 keluarga senilai Rp2.404.000.000, bantuan sosial kemiskinan ekstrem untuk 116 jiwa sebesar Rp174.000.000, dan bantuan sosial penyandang disabilitas (ASPD) bagi 136 jiwa dengan total Rp489.600.000. Selain itu, terdapat pula Bansos KIP PPKS Jawara sebesar Rp3.000.000, Bansos Permakanan LKS LU sebesar Rp128.100.000 untuk 28 jiwa, serta BOP dan tali asih bagi pilar sosial sebesar Rp247.200.000 untuk 118 penerima.

Sementara itu, bantuan dari unsur BUMD Provinsi Jawa Timur disalurkan melalui zakat produktif kepada 50 penerima manfaat dengan total Rp25.000.000. Dari Dinas PMD Provinsi Jawa Timur, bantuan yang disalurkan mencapai Rp736.900.000, yang meliputi program BUMDesa untuk 4 desa senilai Rp400.000.000, Desa Berdaya untuk 2 desa sebesar Rp200.000.000, Jatim Puspa untuk 1 desa senilai Rp91.900.000, serta BK Kabupaten sebesar Rp45.000.000.

Adapun Bantuan Keuangan Desa sebesar Rp3.400.000.000 disalurkan melalui sejumlah perangkat daerah, yaitu Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa untuk 1 desa sebesar Rp150.000.000, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya untuk 9 desa sebesar Rp1.600.000.000, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga untuk 3 desa sebesar Rp500.000.000, serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk 7 desa senilai Rp1.150.000.000.

Baca Juga:  Gercep, Polres Kediri Kota Berhasil Ungkap Kasus Curas di Minimarket

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada masyarakat Gresik, terlebih bantuan tersebut disalurkan di bulan Ramadan yang penuh berkah.

“Di bulan yang penuh berkah ini, alhamdulillah kita bisa bersilaturahmi bersama Ibu Gubernur Jawa Timur. Atas nama Pemerintah Kabupaten Gresik dan masyarakat Kabupaten Gresik, kami menerima program-program bantuan ini dengan penuh rasa syukur dan bahagia,” ujar Bupati Yani.

Menurut Bupati Yani, bantuan yang disalurkan bukan hanya memberi manfaat langsung bagi masyarakat, tetapi juga menjadi inspirasi bagi Pemerintah Kabupaten Gresik dalam memperkuat program yang lebih dekat dengan kebutuhan warga hingga tingkat desa.

“Kami meyakini bantuan sosial ini akan membawa dampak nyata bagi masyarakat. Skema seperti ini juga sangat baik dan bisa kami adaptasi menjadi bagian dari program Pemerintah Kabupaten Gresik, misalnya melalui kunjungan ke desa-desa dengan membawa stimulan dan intervensi yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Usai penyerahan bantuan sosial, rombongan melanjutkan agenda dengan meninjau pasar murah yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur di Pudak Galeri Gresik. Kegiatan ini digelar dalam rangka pengendalian inflasi sekaligus menjaga ketahanan pangan Jawa Timur Tahun 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Yani bersama Gubernur Khofifah menyapa masyarakat yang sedang berbelanja. Gubernur Jawa Timur juga menyerahkan bantuan berupa beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada para lanjut usia serta telur ayam kepada masyarakat yang datang bersama anak kecil.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pasar murah digelar untuk memastikan harga pangan tetap stabil dan terjangkau, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Kita ingin memastikan stabilisasi harga, pengendalian inflasi, dan memastikan keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat, baik dari sisi ketersediaan pasokan maupun harganya,” ujar Khofifah.

Ia juga memastikan stok pangan dalam kondisi aman menjelang Lebaran. “Kita memiliki stok yang aman untuk persiapan menjelang Idulfitri. Sekarang yang perlu dipastikan adalah distribusinya dapat berjalan lancar,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel radarnews9.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wakil Bupati Gresik Lantik Pramuka Garuda, Dorong Lahirnya Calon Pemimpin Masa Depan
Iuran Bulanan Wajib Dengan Dalih Nama Rekening Paguyuban Wali Murid, Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan Tutup Mata.
Dispendik Gresik Tegaskan Pelaksanaan SPMB 2026 Sesuai Juknis dan Prinsip Objektivitas
Dunia Pendidikan Di Kabupaten Lamongan Sedang Sakit, Diduga Pungli Nama Rekening Paguyuban Wali Murid SMPN 1 deket Wali Murid Menjerit.
Pemkab Gresik Matangkan Pilkades 2026, E-Voting Disiapkan Untuk Tingkatkan Transparansi
Sekda Gresik Lepas 1.095 Petugas Sensus Ekonomi 2026, Tekankan Profesionalisme dan Integritas
Kalapas Sidoarjo Pimpin Rapat Dinas, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Implementasi 13 Perintah Harian
KWI Pimpinan Umar Hayat Audiensi dengan Polrestabes Surabaya, Perkuat Sinergi dan Kemitraan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:24 WIB

Wakil Bupati Gresik Lantik Pramuka Garuda, Dorong Lahirnya Calon Pemimpin Masa Depan

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:42 WIB

Iuran Bulanan Wajib Dengan Dalih Nama Rekening Paguyuban Wali Murid, Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan Tutup Mata.

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:22 WIB

Dispendik Gresik Tegaskan Pelaksanaan SPMB 2026 Sesuai Juknis dan Prinsip Objektivitas

Selasa, 16 Juni 2026 - 14:32 WIB

Dunia Pendidikan Di Kabupaten Lamongan Sedang Sakit, Diduga Pungli Nama Rekening Paguyuban Wali Murid SMPN 1 deket Wali Murid Menjerit.

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:02 WIB

Sekda Gresik Lepas 1.095 Petugas Sensus Ekonomi 2026, Tekankan Profesionalisme dan Integritas

Berita Terbaru