Bupati Yani Dorong UMKM Masuk Ekosistem Industri Melalui Inkubasi Bisnis dan Business Matching

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 28 November 2025 - 17:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Radarnews9.com || Gresik, 28 November 2025 – Pemerintah Kabupaten Gresik menegaskan komitmennya memperkuat peran UMKM dalam ekosistem industri. Hal ini ditekankan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, melalui kegiatan Business Matching dan Inkubasi Bisnis yang digelar Diskoperindag, Jumat (28/11).

Bupati Yani menekankan bahwa UMKM harus menjadi bagian dari pertumbuhan industri dan tidak hanya menjadi penonton. Program ini menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk terhubung langsung dengan perusahaan dan kawasan industri di Gresik.

Ia juga menyampaikan bahwa Gresik merupakan tempat yang tepat bagi investasi dan kolaborasi antara pemerintah, industri, dan UMKM. Disamping itu, Bupati Yani juga menegaskan jika produk UMKM Gresik tidak kalah dengan daerah lain.

“Saya pernah sampaikan, tidak ada industri yang tumbuh di tengah masyarakat yang gagal. Saat ini Kabupaten Gresik menjadi tempat investasi yg cocok, karena kolaborasi yang hebat antara pemerintah dan industri serta berdampak konkrit ke UMKM kita,” tegasnya

Dirinya juga menambahkan bahwa komitmen bersama antara perusahaan dan UMKM harus dibangun agar pelaku usaha lokal mampu terlibat dalam rantai pasok industri.

“Goal-nya adalah mengakselerasi masyarakat penerima bantuan sosial untuk naik secara ekonomi melalui UMKM yang maju dan mandiri,” ujarnya.

Dukungan industri disampaikan oleh Direktur BKMS, Agung P. Guritno, yang menilai bahwa UMKM telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perekonomian Gresik. Menurutnya, kolaborasi antara pelaku UMKM dan industri menjadi penting untuk perkembangan usaha.

“Kegiatan ini punya peran besar dalam menghubungkan UMKM dengan perusahaan dan kawasan industri. Kemajuan industri dan UMKM harus selaras,” kata Agung.

Ia menegaskan kesiapan kawasan industri JIIPE untuk mendukung forum semacam ini dan meyakini UMKM Gresik memiliki potensi besar.

Baca Juga:  Sidokkes Polres Ngawi Lakukan Fooging Cegah Wabah DBD

Dalam laporannya, Kepala Diskoperindag Gresik, Darmawan, melaporkan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian program inkubasi bisnis yang menjadi bagian dari upaya Pemkab Gresik meningkatkan kualitas dan kapasitas pelaku UMKM. Kegiatan ini diikuti 30 pelaku usaha yang telah melalui seleksi dan pendampingan, terdiri dari 10 pengusaha batik, 9 usaha konveksi, dan 11 pengusaha makanan-minuman.

“Selama program inkubasi berlangsung, peserta menerima materi strategis seperti legalitas usaha, branding, digital marketing, strategi produksi, kesiapan packaging, hingga penguatan model bisnis. Mereka juga menjalani proses coaching untuk memastikan kesiapan memasuki pasar yang lebih besar,” jelas Darmawan.

Darmawan berharap kegiatan ini mampu menghadirkan kolaborasi konkret antara pelaku UMKM dan perusahaan, serta membuka peluang pasar baru yang berkelanjutan.

“Ini bukan hanya tentang transaksi bisnis, tetapi membangun jaringan kemitraan ekonomi daerah yang lebih kuat,” tutupnya.

Seiring meningkatnya investasi di Gresik, keberadaan inkubator bisnis dan forum seperti Business Matching menjadi instrumen penting untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah. UMKM yang terhubung dengan industri akan memiliki ketahanan lebih tinggi terhadap dinamika pasar, sekaligus mampu menjawab permintaan rantai pasok secara langsung. Hal ini juga menciptakan multiplier effect bagi sektor lain seperti tenaga kerja, logistik, dan perdagangan.(Rmo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel radarnews9.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kawal Suran Agung dan Pengesahan Warga Baru PSHT, Polres Gresik Sampaikan Apresiasi dan Terima Kasih atas Kondusivitas Masyarakat
Wakil Bupati Gresik Lantik Pramuka Garuda, Dorong Lahirnya Calon Pemimpin Masa Depan
Iuran Bulanan Wajib Dengan Dalih Nama Rekening Paguyuban Wali Murid, Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan Tutup Mata.
Dispendik Gresik Tegaskan Pelaksanaan SPMB 2026 Sesuai Juknis dan Prinsip Objektivitas
Dunia Pendidikan Di Kabupaten Lamongan Sedang Sakit, Diduga Pungli Nama Rekening Paguyuban Wali Murid SMPN 1 deket Wali Murid Menjerit.
Pemkab Gresik Matangkan Pilkades 2026, E-Voting Disiapkan Untuk Tingkatkan Transparansi
Sekda Gresik Lepas 1.095 Petugas Sensus Ekonomi 2026, Tekankan Profesionalisme dan Integritas
Kalapas Sidoarjo Pimpin Rapat Dinas, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Implementasi 13 Perintah Harian
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:23 WIB

Kawal Suran Agung dan Pengesahan Warga Baru PSHT, Polres Gresik Sampaikan Apresiasi dan Terima Kasih atas Kondusivitas Masyarakat

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:24 WIB

Wakil Bupati Gresik Lantik Pramuka Garuda, Dorong Lahirnya Calon Pemimpin Masa Depan

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:42 WIB

Iuran Bulanan Wajib Dengan Dalih Nama Rekening Paguyuban Wali Murid, Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan Tutup Mata.

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:22 WIB

Dispendik Gresik Tegaskan Pelaksanaan SPMB 2026 Sesuai Juknis dan Prinsip Objektivitas

Selasa, 16 Juni 2026 - 14:32 WIB

Dunia Pendidikan Di Kabupaten Lamongan Sedang Sakit, Diduga Pungli Nama Rekening Paguyuban Wali Murid SMPN 1 deket Wali Murid Menjerit.

Berita Terbaru