SMK Prambon Mangkrak, Diduga Ada Kejanggalan Pembebasan Tanah Gogol Gilir Seret APBD Sidoarjo

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 30 Januari 2026 - 21:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Radarnwes9.com || Sidoarjo – Dugaan praktik lancung dalam penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mencuat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo. Proyek pembangunan SMK Prambon yang hingga kini mangkrak diduga menjadi pintu masuk terkuaknya konspirasi pengadaan lahan sarat kejanggalan dan beraroma korupsi.

Pada akhir tahun 2023, Pemkab Sidoarjo melalui Dinas Pendidikan melakukan pembebasan lahan seluas kurang lebih 21.000 meter persegi yang berlokasi di Desa Kedungwonokerto, Kecamatan Prambon. Namun, alih-alih mendukung pembangunan pendidikan, proses pembebasan lahan tersebut justru disinyalir menjadi ajang bancakan oknum mafia tanah.

Sejumlah kejanggalan mencolok terungkap, di antaranya:

1. Penguasaan Lahan Terlarang

Lahan berstatus tanah gogol gilir yang secara hukum hanya merupakan hak pakai dan dilarang untuk diperjualbelikan diduga berpindah tangan dari petani kepada pihak swasta berinisial S dengan nilai transaksi sekitar Rp12 miliar atau setara Rp581.481 per meter persegi.

2. Dugaan Mark-up Fantastis

Tak berselang lama, lahan yang sama kembali diperjualbelikan oleh pihak S kepada Pemkab Sidoarjo dengan nilai mencapai Rp25 miliar atau sekitar Rp1.208.050 per meter persegi. Lonjakan harga hampir 100 persen ini memunculkan dugaan kuat adanya penggelembungan harga yang terencana dan sistematis.

Merujuk Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Agraria (UUPA), tanah gogol gilir tidak dapat diperjualbelikan secara legal formal. Namun fakta di lapangan menunjukkan lahan tersebut tetap dibebaskan menggunakan dana APBD. Ironisnya, hingga kini lahan bernilai puluhan miliar rupiah itu hanya dipenuhi semak belukar tanpa adanya aktivitas pembangunan fisik sekolah.

Sebagai bentuk protes keras sekaligus pengawalan kasus, Tim Satgas bersama Divisi Hukum Grib Jaya Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Sidoarjo turun langsung ke lokasi dengan memasang spanduk tuntutan. Aksi ini menjadi simbol perlawanan masyarakat terhadap dugaan penyelewengan uang rakyat.

Baca Juga:  Berangkatkan Kontingen Jatim Berlaga di PON XXI Pj Gubernur dan Kapolda Jatim Beri Motivasi Atlet

Ketua DPC Grib Jaya Sidoarjo, Selamet Joko Anggoro, menegaskan komitmennya untuk mengawal kasus ini hingga tuntas.

“Kami mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) segera mengusut dan menuntaskan kasus ini secara profesional, objektif, dan transparan. Skandal ini melibatkan banyak pihak dan berpotensi merugikan negara hingga Rp25 miliar. Tidak boleh ada oknum yang kebal hukum,” tegas Selamet saat meninjau lokasi, Selasa (27/1/2026).

Grib Jaya menilai telah terjadi kerugian negara yang nyata, baik akibat kelalaian maupun dugaan kesengajaan dalam proses verifikasi dan pembebasan aset. Sekolah yang seharusnya menjadi fasilitas pendidikan publik kini justru dianggap fiktif, karena berdiri di atas lahan yang bermasalah secara hukum.

Publik kini menanti keberanian dan keseriusan APH untuk membongkar aktor-aktor di balik skandal ini, mulai dari oknum dinas terkait, pihak legislatif yang meloloskan anggaran, hingga jaringan mafia tanah yang diduga bermain di balik layar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel radarnews9.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kabupaten Gresik Boyong Dua Penghargaan di Ajang Wilwatikta Awards Kategori Lompatan Pertumbuhan Ekonomi dan Daya Tarik Investasi
Green Policing, Polres Kediri Bersihkan Lingkungan Masjid
Dugaan Sertifikat Tanah Ganda di BPN SURABAYA 1, HGB Diduga Terbit di Atas Tanah Hak Milik
Cegah Bullying Sejak Dini, Satbinmas Polres Kediri, sasar 2 sekolah di Pare
Edy Hadisiswoyo Dilantik sebagai Pj Sekda Gresik, Bupati Tekankan Soliditas Birokrasi
Bupati Gresik Lepas 187 Atlet dan Ofisial Kontingen POPDA XV dan PEPARPEDA III Jatim 2026
Pemkab Gresik Gandeng TNI-Polri Percepat Pendataan Perlinsos Digital
Pemerintah Daerah Kembali Membangkitkan Jaga Ketertiban Didalam Masyarakat Melalui ASLINMAS
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:49 WIB

Kabupaten Gresik Boyong Dua Penghargaan di Ajang Wilwatikta Awards Kategori Lompatan Pertumbuhan Ekonomi dan Daya Tarik Investasi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Green Policing, Polres Kediri Bersihkan Lingkungan Masjid

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:17 WIB

Dugaan Sertifikat Tanah Ganda di BPN SURABAYA 1, HGB Diduga Terbit di Atas Tanah Hak Milik

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Edy Hadisiswoyo Dilantik sebagai Pj Sekda Gresik, Bupati Tekankan Soliditas Birokrasi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:49 WIB

Bupati Gresik Lepas 187 Atlet dan Ofisial Kontingen POPDA XV dan PEPARPEDA III Jatim 2026

Berita Terbaru

Berita

Green Policing, Polres Kediri Bersihkan Lingkungan Masjid

Jumat, 30 Okt 2026 - 09:45 WIB