Pemkab Gresik dan Cargill Perkuat Kolaborasi Penurunan Stunting di Manyar

Avatar photo

- Penulis

Senin, 30 Maret 2026 - 17:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Radarnews9.com || Gresik, 30 Maret 2026 – Pemerintah Kabupaten Gresik bersama PT Cargill Indonesia menutup Program Promosi dan Pencegahan Stunting Fase 2 yang dilaksanakan di enam desa di Kecamatan Manyar. Kegiatan yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal ini menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat kolaborasi percepatan penurunan stunting di tingkat desa.

Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, menegaskan bahwa penanganan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh pihak dan tidak dapat dilakukan secara parsial.

“Penurunan stunting ini tidak bisa dikerjakan sendiri. Tidak bisa hanya pemerintah daerah, tidak cukup Dinas Kesehatan, tidak cukup KBPPPA, dan tidak bisa hanya perusahaan. Ini harus kolaboratif,” tegasnya.

Program CSR PT Cargill Indonesia di Kecamatan Manyar menunjukkan capaian yang terukur. Sebanyak 42 laskar cegah stunting telah dilatih dalam komunikasi perubahan perilaku untuk mendukung edukasi di masyarakat.

Intervensi juga menyasar kelompok strategis. Sebanyak 452 ibu menyusui mendapatkan edukasi dan dukungan Pemberian Makanan Tambahan (PMT), serta 440 orang tua balita PAUD memperoleh pengetahuan kesehatan melalui parenting cegah stunting. Selain itu, 300 remaja putri telah mendapatkan edukasi melalui program Youth Speak Up Cegah Stunting.

Dari sisi pelaksanaan kegiatan, tercatat 300 paket PMT edukasi telah didistribusikan dan 10 kali pertemuan sosialisasi telah dilaksanakan. Program ini juga menghasilkan resolusi tindakan yang diterapkan di tingkat keluarga, sekolah, dan desa. Penguatan komunikasi dilakukan melalui produksi dan pemasangan 500 lembar stiker edukasi terkait penyebab stunting yang menjangkau sedikitnya 100 keluarga sasaran. Media ini dimanfaatkan untuk mendukung kader dalam menyampaikan pesan pencegahan stunting secara lebih efektif. Wabup Alif menekankan bahwa keberhasilan program harus diukur dari dampak nyata terhadap penurunan angka stunting.

Baca Juga:  *Satgas Pangan, Pantau Pasokan Dan Harga Pangan H+3 Idul Fitri 1445 H Di Pasuruan Relatif Stabil*

“Target utama kita adalah penurunan stunting. Program boleh banyak, relawan boleh banyak, tapi kalau tidak berdampak, itu yang harus kita evaluasi,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tantangan di Kecamatan Manyar sebagai kawasan industri dengan mobilitas penduduk yang tinggi, serta masih ditemukannya pernikahan usia muda yang berdampak pada pola asuh dan pemenuhan gizi anak. Menurutnya, edukasi menjadi kunci dalam pencegahan stunting, terutama dalam membangun kesadaran orang tua terkait pentingnya pemenuhan gizi anak.

“Memberikan asupan gizi kepada anak itu tidak mudah. Butuh kesabaran, waktu, dan pemahaman. Di sinilah peran edukasi menjadi sangat penting,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya fokus intervensi agar hasil yang dicapai lebih optimal.

“Kita tidak harus langsung menjangkau semua desa. Cukup fokus di enam desa ini, tapi hasilnya harus signifikan. Kalau ini berhasil, akan sangat membantu pemerintah daerah,” tambahnya.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Gresik mendorong penguatan intervensi berbasis desa melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk melalui forum rembuk stunting desa, keterlibatan kader, serta dukungan dunia usaha.

Wabup Alif juga mengapresiasi peran laskar cegah stunting yang dinilai menjadi ujung tombak dalam pendampingan masyarakat di tingkat desa.

“Laskar ini harus kita kuatkan bersama. Harus terhubung dengan program pemerintah, dengan tenaga kesehatan, agar bergerak dalam satu tujuan yang sama,” tuturnya.

Ke depan, enam desa dampingan di Kecamatan Manyar diharapkan dapat menjadi model dengan capaian penurunan stunting yang signifikan dan berkelanjutan.(Rmo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel radarnews9.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Gresik Uji Coba Program PIRINGKU, Berikan Makanan Siap Konsumsi bagi Lansia Tunggal
Kabupaten Gresik Boyong Dua Penghargaan di Ajang Wilwatikta Awards Kategori Lompatan Pertumbuhan Ekonomi dan Daya Tarik Investasi
Green Policing, Polres Kediri Bersihkan Lingkungan Masjid
Dugaan Sertifikat Tanah Ganda di BPN SURABAYA 1, HGB Diduga Terbit di Atas Tanah Hak Milik
Cegah Bullying Sejak Dini, Satbinmas Polres Kediri, sasar 2 sekolah di Pare
Edy Hadisiswoyo Dilantik sebagai Pj Sekda Gresik, Bupati Tekankan Soliditas Birokrasi
Bupati Gresik Lepas 187 Atlet dan Ofisial Kontingen POPDA XV dan PEPARPEDA III Jatim 2026
Pemkab Gresik Gandeng TNI-Polri Percepat Pendataan Perlinsos Digital
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 14:35 WIB

Pemkab Gresik Uji Coba Program PIRINGKU, Berikan Makanan Siap Konsumsi bagi Lansia Tunggal

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:49 WIB

Kabupaten Gresik Boyong Dua Penghargaan di Ajang Wilwatikta Awards Kategori Lompatan Pertumbuhan Ekonomi dan Daya Tarik Investasi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Green Policing, Polres Kediri Bersihkan Lingkungan Masjid

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:03 WIB

Cegah Bullying Sejak Dini, Satbinmas Polres Kediri, sasar 2 sekolah di Pare

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Edy Hadisiswoyo Dilantik sebagai Pj Sekda Gresik, Bupati Tekankan Soliditas Birokrasi

Berita Terbaru

Berita

Green Policing, Polres Kediri Bersihkan Lingkungan Masjid

Jumat, 30 Okt 2026 - 09:45 WIB