Festival Budaya Pleretan Sukorame Gresik, Sekda Achmad Washil Dorong Pemuda Lestarikan Identitas Daerah

Avatar photo

- Penulis

Sabtu, 12 September 2026 - 20:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Radarnewa9.com || Gresik, 12 September 2026 – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman terus mendorong generasi muda untuk terus menumbuhkan tradisi dan kebudayaan lokal sebagai bagian dari identitas daerah. Salah satunya Festival Budaya Pleretan yang digelar warga Kelurahan Sukorame, Kecamatan Gresik, Sabtu (12/9/2026).

Festival Budaya Pleretan yang dipusatkan di halaman SMA NU 2 Gresik tersebut mengusung tema “Harmoni Budaya, Generasi Berdaya” ini berlangsung meriah, ratusan warga Kelurahan Sukorame mengiringi gunungan tumpeng pleret yang diarak keliling dengan lantunan selawat yang menggema di sepanjang jalan menambah kekhusyukan acara, sekaligus menegaskan identitas Gresik sebagai Kota Santri yang kaya akan tradisi Islam.

“Festival Budaya Pleretan mencerminkan kerukunan warga sekaligus mengingatkan pentingnya estafet bagi generasi muda agar lebih mengenal, mencintai, menjaga eksistensi dan melestarikan warisan leluhur di tengah gempuran modernisasi,” ucap Sekda Achmad Washil.

Pihaknya mengatakan, keguyuban warga merupakan modal sosial yang sangat berharga dalam pembangunan daerah. Menurutnya, Festival Budaya Pleretan yang menampilkan berbagai tradisi lokal ini dinilai sukses menjadi pemersatu sekaligus penguat identitas warga Sukorame. Antusiasme masyarakat yang bergotong-royong menyelenggarakan acara ini membuktikan bahwa nilai-nilai kebersamaan masih tertanam kuat.

“Saya sangat mengapresiasi Festival Budaya Pleretan ini. Karena ini adalah bukti nyata bahwa masyarakatnya sangat guyub rukun, kompak, dan memiliki kepedulian yang tinggi terhadap warisan leluhur,” ujar Achmad Washil.

Meski demikian, Washil mengingatkan kembali bahwa tantangan terbesar dari pelestarian budaya di era modern adalah regenerasi. Ia menekankan bahwa keindahan tradisi ini tidak akan bertahan lama jika tidak ada ketertarikan dari kelompok usia muda untuk mempelajari dan meneruskannya.

Oleh karena itu, Pemkab Gresik mendorong tokoh masyarakat dan para orang tua agar terus melibatkan anak-anak muda dalam setiap kegiatan adat. Langkah ini penting agar tongkat estafet kebudayaan tetap berjalan beriringan dengan perkembangan zaman.

“Budaya lokal seperti ini harus terus ada generasi yang melanjutkan. Jangan sampai berhenti di kita. Anak-anak muda harus bangga dan mengambil peran agar tradisi Festival Budaya Pleretan ini tetap lestari di masa depan,” pungkasnya.

Baca Juga:  Polres Malang Bareng JSKK dan PK3 Gelar Doa Bersama di Pintu 13 Stadion Kanjuruhan

Di tempat yang sama, kehadiran tokoh budaya sekaligus Ketua Yayasan Mataseger, Kris Adji, memberikan warna tersendiri dalam acara ini. Dalam pandangannya, kegiatan berbasis kearifan lokal seperti ini memiliki peran krusial di era modern. Ia berharap, kegiatan yang bersifat lokal ini nantinya bisa menjadi pegangan kuat bagi masyarakat, terutama di tengah-tengah generasi milenial yang menghadapi gempuran budaya luar.

Lebih lanjut, Kris Adji juga membedah filosofi mendalam di balik budaya pleret. Ia mengisahkan bahwa kawasan di sepanjang jalan tempat festival ini digelar dulunya merupakan hamparan sawah. Bagi orang Jawa, beras bukan sekadar pangan, melainkan lambang kehidupan dan kemakmuran.

“Bahan utama pleret adalah beras. Ini menggambarkan pesan mendalam bahwa manusia tidak boleh menerima begitu saja, tetapi bagaimana kita mensyukuri apa yang diberikan Allah Swt. sebagai suatu keberkahan, lalu mengolahnya dengan baik, salah satunya menjadi kue pleret ini,” ujar Kris Adji.

Kris Adji menambahkan bahwa Pleret memiliki simbol-simbol luhur yang diwariskan leluhur. Tepung beras sebagai bahan utama melambangkan penghormatan kepada Dewi Sri, sedangkan warna-warni Pleret merepresentasikan kehidupan yang beragam dan penuh toleransi.

“Simbol-simbol inilah yang harus kita pegang teguh sebagai pendidikan karakter bagi generasi muda,” tandasnya.

Festival Budaya Pleretan sendiri merupakan tradisi syukuran masyarakat Sukorame yang juga digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Dengan dihidupkannya kembali tradisi ini, Pemkab Gresik berharap masyarakat semakin mencintai sekaligus melestarikan budayanya.

Festival Budaya Pleretan semakin meriah dengan beragam penampilan, mulai dari kirab Pleret sebagai acara utama, pentas seni Tarian Pleretan, Musik Patrol, Fashion Show Batik Bunga Pleretan, bazar UMKM, hingga permainan tradisional.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Ketua Komisi I DPRD Gresik, Elvita Yuliati, Camat Gresik, Jalesvi Triyatmoko, Lurah Sukorame Nikmatul Akhiroh, Ketua Rumah Kreasi Damar Kurung Muhammad Anhar, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga Kelurahan Sukorame. (Rmo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel radarnews9.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kabupaten Gresik Boyong Dua Penghargaan di Ajang Wilwatikta Awards Kategori Lompatan Pertumbuhan Ekonomi dan Daya Tarik Investasi
Green Policing, Polres Kediri Bersihkan Lingkungan Masjid
Dugaan Sertifikat Tanah Ganda di BPN SURABAYA 1, HGB Diduga Terbit di Atas Tanah Hak Milik
Cegah Bullying Sejak Dini, Satbinmas Polres Kediri, sasar 2 sekolah di Pare
Edy Hadisiswoyo Dilantik sebagai Pj Sekda Gresik, Bupati Tekankan Soliditas Birokrasi
Bupati Gresik Lepas 187 Atlet dan Ofisial Kontingen POPDA XV dan PEPARPEDA III Jatim 2026
Pemkab Gresik Gandeng TNI-Polri Percepat Pendataan Perlinsos Digital
Pemerintah Daerah Kembali Membangkitkan Jaga Ketertiban Didalam Masyarakat Melalui ASLINMAS
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:49 WIB

Kabupaten Gresik Boyong Dua Penghargaan di Ajang Wilwatikta Awards Kategori Lompatan Pertumbuhan Ekonomi dan Daya Tarik Investasi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Green Policing, Polres Kediri Bersihkan Lingkungan Masjid

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:17 WIB

Dugaan Sertifikat Tanah Ganda di BPN SURABAYA 1, HGB Diduga Terbit di Atas Tanah Hak Milik

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Edy Hadisiswoyo Dilantik sebagai Pj Sekda Gresik, Bupati Tekankan Soliditas Birokrasi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:49 WIB

Bupati Gresik Lepas 187 Atlet dan Ofisial Kontingen POPDA XV dan PEPARPEDA III Jatim 2026

Berita Terbaru

Berita

Green Policing, Polres Kediri Bersihkan Lingkungan Masjid

Jumat, 30 Okt 2026 - 09:45 WIB