Pembukaan Petro Agrifood Expo 2026, Bupati Yani Bicara Masa Depan Pertanian

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Radarnews9.com || GRESIK, 24 Juli 2026 – Masa depan sektor pertanian tidak hanya ditentukan oleh luas lahan dan hasil panen. Di dalamnya terdapat ekosistem yang melibatkan teknologi, sarana produksi, pengolahan hasil, UMKM, hingga generasi muda sebagai penerus.

Gambaran tentang ekosistem tersebut hadir dalam Petro Agrifood Expo 2026: Heritage of Agriculture yang resmi dibuka di Gresik, Jumat (24/07). Pameran ini menghadirkan 59 tenant yang terdiri atas pelaku UMKM, hasil pertanian, produk pascapanen, serta berbagai perlengkapan dan sarana pendukung pertanian.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, Petro Agrifood Expo menjadi ruang untuk memperlihatkan luasnya peluang di sektor pertanian. Menurutnya, pertanian saat ini didukung ekosistem yang semakin baik, mulai dari akses pupuk yang semakin mudah dan terjangkau hingga kepastian pasar melalui offtaker.

“Sekarang negara lebih terlihat keberpihakannya terhadap para petani kita, khususnya pengusaha tani. Pupuk semakin mudah didapatkan, harganya semakin terjangkau, kemudian offtaker-nya semakin jelas,” kata Bupati Yani.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu dilihat sebagai peluang, terutama oleh generasi muda. Apalagi, sektor pertanian kini terus bertransformasi melalui pemanfaatan teknologi sehingga tidak lagi harus dikelola dengan cara-cara konvensional.

“Anak muda kita harus melihat sektor pertanian menjadi sektor yang untung. Ketika SDM-nya bertransformasi dari konvensional menjadi pertanian berbasis teknologi, maka ini akan semakin menarik,” ujarnya.

Bupati Yani juga menyoroti potensi pengembangan komoditas jeruk di Kebonagung, Kecamatan Ujungpangkah. Di wilayah tersebut, terdapat sekitar 400 hektare lahan jeruk yang mulai dilihat masyarakat sebagai peluang pengembangan ekonomi, termasuk bagi UMKM.

“Alhamdulillah, masyarakat di sana sudah mulai melihat ini menjadi sebuah peluang UMKM,” kata Bupati.

Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa pertanian tidak berhenti pada aktivitas produksi di lahan. Sektor ini juga membuka peluang usaha di berbagai rantai, mulai dari penyediaan sarana produksi, budidaya, pengolahan, hingga pemasaran.

Baca Juga:  Tim Taekwondo Garuda Bhayangkara Presisi Polri Raih 6 Emas di Thailand Heroes Taekwondo International Championship

Karena itu, Bupati Yani mengajak generasi muda untuk melihat sektor pertanian dengan perspektif yang lebih luas dan tidak ragu menjadikannya sebagai pilihan usaha.

“Petani muda, terjun ke sektor pertanian. Anda pasti untung,” ujar Bupati.

Sementara itu, Direktur Pupuk Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian RI Syamsuddin mengatakan, regenerasi petani menjadi salah satu tantangan penting dalam pembangunan sektor pertanian.

Menurutnya, generasi muda akan tertarik masuk ke sektor pertanian apabila melihatnya sebagai usaha yang mampu memberikan keuntungan. Karena itu, cara pandang terhadap profesi petani juga perlu berubah.

“Kita tidak boleh lagi melihat petani dengan bahasa petani masa lalu. Petani itu harus menjadi pengusaha tani,” ujarnya.

Syamsuddin mengatakan, modernisasi pertanian menjadi salah satu upaya penting untuk menarik minat generasi muda. Penggunaan traktor, combine harvester, alat tanam, hingga teknologi pengendalian hama dan penyakit membuat proses pertanian menjadi semakin efisien.

Transformasi tersebut penting dilakukan karena sebagian besar petani saat ini berada pada kelompok usia yang relatif tua. Dari sekitar 29 juta lebih petani atau pengusaha tani perorangan, sekitar 67 persen di antaranya berusia 45 tahun ke atas.

“Ini warning. Kalau pemerintah tidak menyiapkan regenerasi petani dengan baik, nanti petani kita tinggal yang umur-umur tua,” katanya.

Karena itu, menurut Syamsuddin, sektor pertanian harus terus didorong menjadi bidang usaha yang modern dan menguntungkan. Dengan dukungan teknologi dan peralatan yang memadai, generasi muda memiliki peluang untuk mengelola usaha tani secara lebih efisien dan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.(Rmo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel radarnews9.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kabupaten Gresik Boyong Dua Penghargaan di Ajang Wilwatikta Awards Kategori Lompatan Pertumbuhan Ekonomi dan Daya Tarik Investasi
Green Policing, Polres Kediri Bersihkan Lingkungan Masjid
Dugaan Sertifikat Tanah Ganda di BPN SURABAYA 1, HGB Diduga Terbit di Atas Tanah Hak Milik
Cegah Bullying Sejak Dini, Satbinmas Polres Kediri, sasar 2 sekolah di Pare
Edy Hadisiswoyo Dilantik sebagai Pj Sekda Gresik, Bupati Tekankan Soliditas Birokrasi
Bupati Gresik Lepas 187 Atlet dan Ofisial Kontingen POPDA XV dan PEPARPEDA III Jatim 2026
Pemkab Gresik Gandeng TNI-Polri Percepat Pendataan Perlinsos Digital
Pemerintah Daerah Kembali Membangkitkan Jaga Ketertiban Didalam Masyarakat Melalui ASLINMAS
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:49 WIB

Kabupaten Gresik Boyong Dua Penghargaan di Ajang Wilwatikta Awards Kategori Lompatan Pertumbuhan Ekonomi dan Daya Tarik Investasi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Green Policing, Polres Kediri Bersihkan Lingkungan Masjid

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:17 WIB

Dugaan Sertifikat Tanah Ganda di BPN SURABAYA 1, HGB Diduga Terbit di Atas Tanah Hak Milik

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Edy Hadisiswoyo Dilantik sebagai Pj Sekda Gresik, Bupati Tekankan Soliditas Birokrasi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:49 WIB

Bupati Gresik Lepas 187 Atlet dan Ofisial Kontingen POPDA XV dan PEPARPEDA III Jatim 2026

Berita Terbaru

Berita

Green Policing, Polres Kediri Bersihkan Lingkungan Masjid

Jumat, 30 Okt 2026 - 09:45 WIB