Sekda Gresik Dampingi Gubernur Jatim Tinjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik: Tegaskan Pendidikan Jadi Kunci Putus Mata Rantai Kemiskinan

Avatar photo

- Penulis

Minggu, 2 Agustus 2026 - 10:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Radarnews9.com || Gresik, 1 Agustus 2026 – Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahurrahman mendampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik, Sabtu (1/8). Dalam kunjungan tersebut, Khofifah menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan wujud kehadiran negara dalam memberikan akses pendidikan berkualitas sekaligus menjadi upaya memutus mata rantai kemiskinan.

Kunjungan Gubernur Khofifah berlangsung dalam suasana penuh kehangatan. Setibanya di lokasi, Khofifah disambut para siswa yang membawa bendera Merah Putih. Suasana semakin semarak saat Gubernur Jawa Timur bersama para siswa menyanyikan lagu-lagu perjuangan di tengah lapangan sekolah.

Khofifah menyampaikan rasa bahagianya dapat melihat secara langsung keseharian para siswa di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik. Menurutnya, Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan akses pendidikan, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kemandirian bagi anak-anak.

Dalam kunjungan tersebut, Khofifah meninjau sejumlah fasilitas pendukung sekolah, di antaranya kantin, masjid, dan aula sekolah. Ia juga menyapa para siswa serta memberikan bantuan kepada wali asrama dan para pekerja pendukung di lingkungan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik.

Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik saat ini menampung sebanyak 405 siswa yang terdiri dari 90 siswa SD, 90 siswa SMP, serta 225 siswa SMA. Para peserta didik ini berasal dari 161 desa yang tersebar di 18 kecamatan se-Kabupaten Gresik, ditambah 60 siswa titipan dari Kabupaten Lamongan.

Khofifah menyampaikan bahwa penyelenggaraan Sekolah Rakyat terintegrasi membutuhkan persiapan yang matang, terutama dalam penyesuaian kurikulum karena mencakup beberapa jenjang pendidikan dalam satu lingkungan. Selain itu, ia menyoroti pentingnya pendampingan bagi siswa yang masih beradaptasi dengan sistem pendidikan berasrama.

“Meyakinkan orang tua agar anak kelas 1 SD berasrama itu tidak mudah. Ada anak yang sudah langsung merasa nyaman berada di asrama, tapi ada juga anak yang homesick. Nah, bagi yang homesick ini perlu ada pendampingan khusus supaya mereka tidak berontak minta pulang. Penguatan juga diberikan saat anggota keluarganya berkesempatan menengok,” ujar Khofifah.

Baca Juga:  Polsek Mojoroto Intensifkan Patroli KRYD Pasca Operasi Ketupat Semeru 2024*

Ia juga berpesan kepada pihak sekolah dan pengelola Sekolah Rakyat agar memberikan perhatian terhadap perlindungan anak, khususnya pencegahan perundungan di lingkungan sekolah.

“Pesan saya kepada para kepala sekolah, pastikan lingkungan sekolah benar-benar bebas dari perundungan. Anak-anak kelas 1 SD ini masih sangat rentan dan belum bisa membela diri. Di sinilah mereka sangat membutuhkan pendampingan dan perlindungan kita,” tuturnya

Lebih lanjut, Khofifah meminta agar sebulan sekali menghadirkan psikolog untuk berdialog dengan anak-anak SD, untuk mengetahui kondisi dan perasaan siswa yang tentu apa yang mereka rasakan berbeda dengan anak SMP maupun SMA.

Menurutnya, program ini merupakan cara paling efektif untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Sebelumnya, Bupati Gresik juga menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar program pemerintah, melainkan komitmen bersama untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh pendidikan dan kesempatan meraih masa depan yang lebih baik.

Pemerintah Kabupaten Gresik berharap keberadaan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memberikan kesempatan pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat.(Rmo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel radarnews9.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kabupaten Gresik Boyong Dua Penghargaan di Ajang Wilwatikta Awards Kategori Lompatan Pertumbuhan Ekonomi dan Daya Tarik Investasi
Green Policing, Polres Kediri Bersihkan Lingkungan Masjid
Dugaan Sertifikat Tanah Ganda di BPN SURABAYA 1, HGB Diduga Terbit di Atas Tanah Hak Milik
Cegah Bullying Sejak Dini, Satbinmas Polres Kediri, sasar 2 sekolah di Pare
Edy Hadisiswoyo Dilantik sebagai Pj Sekda Gresik, Bupati Tekankan Soliditas Birokrasi
Bupati Gresik Lepas 187 Atlet dan Ofisial Kontingen POPDA XV dan PEPARPEDA III Jatim 2026
Pemkab Gresik Gandeng TNI-Polri Percepat Pendataan Perlinsos Digital
Pemerintah Daerah Kembali Membangkitkan Jaga Ketertiban Didalam Masyarakat Melalui ASLINMAS
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:49 WIB

Kabupaten Gresik Boyong Dua Penghargaan di Ajang Wilwatikta Awards Kategori Lompatan Pertumbuhan Ekonomi dan Daya Tarik Investasi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Green Policing, Polres Kediri Bersihkan Lingkungan Masjid

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:17 WIB

Dugaan Sertifikat Tanah Ganda di BPN SURABAYA 1, HGB Diduga Terbit di Atas Tanah Hak Milik

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Edy Hadisiswoyo Dilantik sebagai Pj Sekda Gresik, Bupati Tekankan Soliditas Birokrasi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:49 WIB

Bupati Gresik Lepas 187 Atlet dan Ofisial Kontingen POPDA XV dan PEPARPEDA III Jatim 2026

Berita Terbaru

Berita

Green Policing, Polres Kediri Bersihkan Lingkungan Masjid

Jumat, 30 Okt 2026 - 09:45 WIB