Kalapas Sidoarjo Dorong Optimalisasi Budidaya Lele Bioflok untuk Ketahanan Pangan

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 8 September 2026 - 17:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIDOARJO – Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Sidoarjo, Disri Wulan Agus Tomo, melakukan peninjauan langsung terhadap program budidaya ikan lele menggunakan sistem bioflok yang berada di lingkungan Lapas Sidoarjo, Selasa (8/9). Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya memastikan program ketahanan pangan berjalan secara berkelanjutan sekaligus memberikan arahan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan budidaya.

Dalam kegiatan tersebut, Kalapas melihat secara langsung kondisi kolam bioflok beserta perkembangan ikan lele yang dibudidayakan. Peninjauan dilakukan untuk memastikan proses pemeliharaan berjalan dengan baik, mulai dari kondisi kolam, pertumbuhan ikan, hingga pola pemberian pakan yang menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan budidaya.

Kalapas memberikan arahan kepada jajaran terkait agar kualitas pakan yang diberikan kepada ikan lele terus diperhatikan dan ditingkatkan. Menurutnya, pemberian pakan yang tepat dan berkualitas dapat mendukung pertumbuhan ikan secara optimal, menjaga kondisi ikan, serta meningkatkan efisiensi dalam proses budidaya.

Selain peningkatan kualitas pakan, pengelolaan kolam juga diarahkan agar lebih terstruktur dengan melakukan klasifikasi berdasarkan tahapan pertumbuhan ikan. Kolam budidaya akan dibedakan menjadi kolam pembibitan, kolam pembesaran, serta kolam yang berisi ikan lele siap panen.

Klasifikasi tersebut diharapkan dapat mempermudah petugas dalam melakukan pemantauan dan menentukan perlakuan yang sesuai pada setiap fase pertumbuhan. Dengan pengelolaan yang lebih sistematis, proses budidaya dapat berjalan secara berkesinambungan dan siklus produksi ikan lele dapat berlangsung secara lebih teratur.

Disri menegaskan bahwa program ketahanan pangan tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga pada bagaimana seluruh proses produksi dapat dikelola secara konsisten dan berkelanjutan. Pemanfaatan sistem bioflok menjadi salah satu langkah strategis Lapas Sidoarjo dalam mengembangkan kegiatan produktif di tengah keterbatasan lahan.

Baca Juga:  Polres Blitar Berhasil Amankan 4 Tersangka Sindikat Pembalakan Liar

Program budidaya ikan lele ini juga menjadi bagian dari pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Melalui kegiatan tersebut, WBP memperoleh pengalaman dan keterampilan praktis dalam pengelolaan budidaya perikanan yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.

Melalui peninjauan dan evaluasi secara berkala, Lapas Kelas IIA Sidoarjo berkomitmen untuk terus mengembangkan program ketahanan pangan yang produktif, terukur, dan berkelanjutan. Optimalisasi kualitas pakan, pengelompokan kolam berdasarkan fase pertumbuhan, serta pemantauan rutin diharapkan mampu meningkatkan produktivitas budidaya sekaligus memperkuat kontribusi program pembinaan kemandirian di Lapas Sidoarjo.

Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Sidoarjo
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur

Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak

#Kemenimipas #SetahunBerdampak #ImipasSetahunBergerakBerdampak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel radarnews9.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Akses Gresik-Surabaya, Pemkab Matangkan Pengadaan Tanah Jalan Menganti-Lakarsantri
Ayo Rekkk.. Bersih-Bersih Balai Desa, Kita Wujudkan Gresik Bersih Di Setiap Balai Desa Di Kabupaten Gresik.
Polisi dan Warga Bersinergi Cegah Karhutla di Kawasan Hutan Panceng
Festival Budaya Pleretan Sukorame Gresik, Sekda Achmad Washil Dorong Pemuda Lestarikan Identitas Daerah
Wakil Bupati Gresik Lepas Tim Robot Bawah Air Siti Busyro UMG Menuju Final Kontes Kapal Indonesia
Pemkab Gresik Dorong Satu Peta Air Bersih dan Sanitasi, Perusahaan Diajak Perkuat Intervensi
Buka Simposium Revitalisasi Sekolah Vokasi, Bupati Gresik Soroti Dampak UU 23/2014 pada Kebijakan Sekolah
JPD Klampok-Munggugebang Dibeton, Bupati Yani Pastikan Pembangunan Jalan Berlanjut hingga 2027
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 16:59 WIB

Perkuat Akses Gresik-Surabaya, Pemkab Matangkan Pengadaan Tanah Jalan Menganti-Lakarsantri

Senin, 14 September 2026 - 16:23 WIB

Ayo Rekkk.. Bersih-Bersih Balai Desa, Kita Wujudkan Gresik Bersih Di Setiap Balai Desa Di Kabupaten Gresik.

Senin, 14 September 2026 - 13:15 WIB

Polisi dan Warga Bersinergi Cegah Karhutla di Kawasan Hutan Panceng

Sabtu, 12 September 2026 - 20:19 WIB

Festival Budaya Pleretan Sukorame Gresik, Sekda Achmad Washil Dorong Pemuda Lestarikan Identitas Daerah

Kamis, 10 September 2026 - 13:02 WIB

Wakil Bupati Gresik Lepas Tim Robot Bawah Air Siti Busyro UMG Menuju Final Kontes Kapal Indonesia

Berita Terbaru

Bencana Alam

Polisi dan Warga Bersinergi Cegah Karhutla di Kawasan Hutan Panceng

Senin, 14 Sep 2026 - 13:15 WIB