Dapat Dukungan Pengairan dan Alsintan dari Pemerintah Pusat, Gresik Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Radarnews9.com || Gresik, 11 Agustus 2026 – Pemerintah Kabupaten Gresik menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sektor pertanian sekaligus mendukung agenda swasembada pangan nasional. Komitmen tersebut ditegaskan menyusul dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian RI bagi petani Gresik, khususnya dalam menghadapi ancaman kekeringan.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman yang turun langsung melihat kondisi lahan pertanian terdampak kekeringan di Desa Munggugianti, Kecamatan Benjeng, Selasa (11/08).

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada para petani di Kabupaten Gresik. Bantuan ini tentu sangat berarti, terutama untuk menjaga ketersediaan air dan produktivitas lahan pertanian di tengah musim kemarau,” ujar Wabup Alif.

Dalam kunjungan tersebut, Mentan meninjau langsung lahan pertanian yang terdampak kekeringan dengan luasan lebih dari 200 hektare. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena berpotensi memengaruhi produktivitas pertanian apabila tidak segera ditangani.

Wabup mengatakan dukungan pemerintah pusat menjadi dorongan bagi Gresik untuk semakin memperkuat berbagai upaya menjaga produktivitas pertanian. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi penting untuk memastikan petani tetap dapat berproduksi di tengah tantangan perubahan cuaca.

“Gresik siap bersinergi dan mendukung penuh program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan. Kami akan terus memperkuat infrastruktur pertanian, memastikan bantuan tepat sasaran, serta mendorong petani agar semakin produktif dan sejahtera,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, pemerintah pusat juga mengalokasikan sejumlah dukungan sarana dan prasarana pengairan bagi petani Kabupaten Gresik. Bantuan tersebut terdiri atas 54 unit irigasi perpompaan, 9 unit irigasi perpipaan, serta rehabilitasi jaringan irigasi tersier sebanyak 12 unit.

Selain itu, Mentan Amran juga menyerahkan dua unit traktor roda dua kepada buruh tani. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses petani dan buruh tani terhadap alat dan mesin pertanian (alsintan).

Bagi Pemkab Gresik, dukungan tersebut tidak hanya menjadi solusi menghadapi kondisi kekeringan saat ini, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan kapasitas pertanian dalam jangka panjang.

Wabup Alif menambahkan, target swasembada pangan membutuhkan keterlibatan seluruh tingkatan pemerintahan, termasuk pemerintah daerah. Karena itu, Pemkab Gresik akan terus mendorong sinergi dengan pemerintah pusat, penyuluh pertanian, kelompok tani, serta seluruh pemangku kepentingan di sektor pertanian.

Baca Juga:  AKP Tri Arda Meidiansyah, S.TR.K, Sik Awali Potong Tumpeng Giat Launching SIManis Layanan Malam Hari Taman Bungkul

“Target swasembada pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat. Daerah juga memiliki peran penting. Karena itu, kami siap bergerak bersama, memastikan setiap dukungan yang diberikan pemerintah dapat benar-benar dirasakan dan berdampak bagi petani Gresik,” ujarnya.

Sementara itu, Mentan Amran mengatakan penanganan kekeringan akan dilakukan melalui dua pendekatan. Untuk lahan yang memiliki sumber air di sekitar area persawahan, pemerintah akan memberikan bantuan pompa. Sedangkan lahan yang tidak memiliki sumber air akan ditangani melalui pembangunan sumur dangkal.

“Kita bagi dua solusinya. Yang pertama, yang ada sumber air dekat dari sawah yang kekeringan, kita berikan pompa langsung. Tidak ada basa-basi, tidak birokrasi panjang. Yang kedua, yang tidak ada sumber air, kita siapkan sumur dangkal,” kata Mentan Amran.

Ia menegaskan, pemerintah tidak ingin ancaman kekeringan mengganggu produktivitas pertanian. Menurutnya, kondisi perberasan Jawa Timur saat ini relatif aman dengan produksi sekitar 1,3 juta ton, namun pemerintah tetap perlu melakukan mitigasi untuk menghadapi risiko kekeringan.

“Kita tenang, tetapi kita tidak boleh lengah. Kita harus tetap berusaha keras untuk memitigasi risiko kekeringan yang terjadi tahun ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mentan Amran juga menyampaikan rencana perubahan regulasi agar buruh tani dapat memperoleh bantuan alsintan secara lebih mudah. Menurutnya, buruh tani selama ini masih menghadapi keterbatasan akses karena regulasi yang berlaku.

Ke depan, bantuan seperti traktor, combine harvester, alat tanam, dan alsintan lainnya akan dibuka lebih luas bagi buruh tani. Mekanisme pengusulannya juga akan disederhanakan dengan memperkuat peran penyuluh pertanian lapangan (PPL).

“Tanda tangannya tidak usah ribet. Cukup PPL kami terima. PPL tanda tangan, kami terima di Jakarta, kami kirim alatnya kepada yang membutuhkan,” kata Mentan Amran.

Selain penanganan kekeringan jangka pendek, Pemkab Gresik juga terus mendorong penguatan infrastruktur sumber daya air, termasuk rencana pembangunan kolam retensi di wilayah selatan Gresik yang selama ini menghadapi persoalan kekeringan berulang.

Terkait kebutuhan tersebut, Amran menyatakan pemerintah pusat siap melakukan koordinasi dengan kementerian terkait, termasuk Kementerian ATR/BPN apabila terdapat persoalan pertanahan yang perlu diselesaikan.

Ia meminta kebutuhan tersebut disampaikan secara tertulis agar dapat segera dikoordinasikan.

“Kalau kepentingan rakyat, Presiden perintahkan layani. Tidak usah basa-basi,” tegasnya.(Rmo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel radarnews9.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Buka Simposium Revitalisasi Sekolah Vokasi, Bupati Gresik Soroti Dampak UU 23/2014 pada Kebijakan Sekolah
JPD Klampok-Munggugebang Dibeton, Bupati Yani Pastikan Pembangunan Jalan Berlanjut hingga 2027
Warga Punduttrate Bantah Galian C Ilegal: Penggalian untuk Perluasan Tampungan Air Bersih
Tradisi Pungli Tiap Tahun Jual Beli Kursi (SPMB) Tahun 2026 Di SMAN 1 Wringinanom Kabupaten Gresik.
Bupati Gresik Dorong IWAPI Ciptakan Ekosistem Usaha dan Penggerak Ekonomi Daerah
Jangan Tunggu Viral, Wabup Alif Minta OPD Cepat Respons Aduan Warga
Menjaga Regenerasi Sepak Bola Gresik, Tim U-13 dan U-15 Berlaga di Piala Soeratin 2026.
FGD Paparan Akhir Analisis Kelayakan Usaha BUMDesma Kanor Mandiri Berkah Digelar Bersama UGM
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 15:08 WIB

Buka Simposium Revitalisasi Sekolah Vokasi, Bupati Gresik Soroti Dampak UU 23/2014 pada Kebijakan Sekolah

Jumat, 4 September 2026 - 17:44 WIB

JPD Klampok-Munggugebang Dibeton, Bupati Yani Pastikan Pembangunan Jalan Berlanjut hingga 2027

Jumat, 4 September 2026 - 16:21 WIB

Warga Punduttrate Bantah Galian C Ilegal: Penggalian untuk Perluasan Tampungan Air Bersih

Rabu, 2 September 2026 - 16:11 WIB

Tradisi Pungli Tiap Tahun Jual Beli Kursi (SPMB) Tahun 2026 Di SMAN 1 Wringinanom Kabupaten Gresik.

Selasa, 1 September 2026 - 18:30 WIB

Bupati Gresik Dorong IWAPI Ciptakan Ekosistem Usaha dan Penggerak Ekonomi Daerah

Berita Terbaru