LSM GEMPAR Sidoarjo Datangi Cabang Dinas Pendidikan Kab Sidoarjo Pertanyakan Kasus Pengeluaran Siswa SMAN 1 Taman yang Hingga Kini Belum Ada Tanggapan

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 28 November 2025 - 06:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Radarnews9.com || Sidoarjo, Jawa Timur, LSM GEMPAR DPD Sidoarjo yang dikomando langsung oleh Agus Harianto, SH, bersama sejumlah anggota dan awak media, mendatangi kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Sidoarjo. Kamis 27 November 2025. Kedatangan mereka bertujuan untuk meminta klarifikasi terkait kasus seorang siswa yang dikeluarkan dari SMAN 1 Taman, Kabupaten Sidoarjo, yang dinilai tertutup dan tidak transparan baik kepada orang tua, media, maupun lembaga masyarakat.

Namun upaya untuk bertemu langsung dengan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sidoarjo, Kiswanto, menemui jalan buntu. Menurut informasi staf, yang bersangkutan sedang berada di Surabaya. Rombongan LSM GEMPAR Sidoarjo akhirnya hanya diterima oleh staf pelayanan kantor tersebut.

Menurut salah satu staf, untuk melakukan audiensi atau menyampaikan pengaduan, pihak luar diwajibkan membuat surat permohonan terlebih dahulu.
“Ada keperluan apa Bapak Ibu datang ke sini?” tanya staf tersebut. Setelah maksud kedatangan dijelaskan, staf kembali menegaskan bahwa pengaduan resmi harus diawali dengan surat, dan setelah surat diterima barulah akan disampaikan kepada Kepala Cabang Dinas.

Ketua DPD LSM GEMPAR Sidoarjo, Agus Harianto, SH menyayangkan aturan baru tersebut. Ia menilai kebijakan yang mewajibkan masyarakat, aktivis, maupun organisasi untuk membuat surat permohonan sebelum dapat bertemu pejabat pendidikan justru bertolak belakang dengan prinsip pelayanan publik yang terbuka.

“Korwil pendidikan adalah lembaga yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Tidak seharusnya akses komunikasi dipersulit dengan birokrasi berlapis. Aturan ini berpotensi menghambat transparansi dan memperlambat proses pengawasan publik,” tegas Agus.

Ia menambahkan, persoalan pendidikan seringkali membutuhkan respons cepat dan ruang dialog langsung, terutama dalam kasus-kasus yang sensitif dan menyangkut masa depan peserta didik.

Baca Juga:  *Polres Bangkalan Gelar “Piramida” Wujudkan Kamtibmas Pemilukada 2024*

Kedatangan LSM GEMPAR DPD SIDOARJO juga berkaitan dengan dugaan tertutupnya pihak SMAN 1 Taman terhadap media dan lembaga kontrol masyarakat dalam penanganan kasus seorang siswa berinisial F yang dikeluarkan dari sekolah tersebut.

Orang tua siswa, yang namanya disamarkan sebagai ilustrasi, menyampaikan kekecewaan mendalam atas sikap pihak sekolah yang dinilai tidak transparan.

“Anak saya tiba-tiba dikeluarkan, alasannya tidak jelas dan proses pemanggilannya mendadak. Kami tidak diberi kesempatan membela diri atau mencari solusi yang lebih mendidik,” ungkapnya.
“Pihak sekolah, terutama Bu Kepala Sekolah dan bagian Humas, seolah menghindar setiap kali kami meminta penjelasan tertulis dan rinci. Ini bukan cara mendidik yang kami harapkan dari sekolah negeri unggulan.”
LSM GEMPAR menilai ketertutupan informasi ini merupakan catatan serius dalam tata kelola pendidikan, khususnya di sekolah negeri yang seharusnya menjunjung keterbukaan dan akuntabel.
Agus menegaskan bahwa pihaknya akan tetap mengawal kasus ini, termasuk meminta Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur serta Cabang Dinas pada tingkat kabupaten untuk membuka ruang audiensi secara profesional dan responsif.

Ia berharap Korwil Pendidikan Sidoarjo dapat memberikan klarifikasi resmi mengenai:
Proses dikeluarkannya siswa SMAN 1 Taman
Dugaan minimnya komunikasi antara sekolah dan orang tua
Hilangnya akses media dan lembaga kontrol masyarakat terhadap informasi publik pendidikan
LSM GEMPAR berencana mengirimkan surat resmi sesuai permintaan staf dan akan menindaklanjuti hingga pihak berwenang memberikan jawaban terbuka kepada publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel radarnews9.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kalapas Sidoarjo Pimpin Rapat Dinas, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Implementasi 13 Perintah Harian
KWI Pimpinan Umar Hayat Audiensi dengan Polrestabes Surabaya, Perkuat Sinergi dan Kemitraan
Dari Balik Tembok, Lahir Karya Bernilai: Warga Binaan Lapas Sidoarjo Produksi Cover Paspor Berkualitas
Kelurahan Krian Perkuat Peran Masyarakat Melalui Pembentukan Desa Siaga TBC
Cegah Penyebaran Penyakit Menular, Lapas Sidoarjo Gelar Sosialisasi Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Hantavirus
Tekan Dampak Lingkungan, Bupati Gresik Dorong Dapur SPPG Jadi Pelopor Pemilahan Sampah
Dugaan Tangkap Lepas Kasus Judol Masih Menyisakan Tanda Tanya, Upaya Konfirmasi dan Klarifikasi Masih Dinantikan
Pemkab Gresik Perluas Bunda Puspa ke 80 Desa untuk Tekan Kemiskinan dan Stunting
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:07 WIB

Kalapas Sidoarjo Pimpin Rapat Dinas, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Implementasi 13 Perintah Harian

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:28 WIB

KWI Pimpinan Umar Hayat Audiensi dengan Polrestabes Surabaya, Perkuat Sinergi dan Kemitraan

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:26 WIB

Dari Balik Tembok, Lahir Karya Bernilai: Warga Binaan Lapas Sidoarjo Produksi Cover Paspor Berkualitas

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:34 WIB

Kelurahan Krian Perkuat Peran Masyarakat Melalui Pembentukan Desa Siaga TBC

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:10 WIB

Cegah Penyebaran Penyakit Menular, Lapas Sidoarjo Gelar Sosialisasi Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Hantavirus

Berita Terbaru