LSM FPSR SIDOARJO Datangi Dinas Pendidikan Jawa Timur Desak Kejelasan Kasus Siswa Yang di Keluarkan SMAN 1 TAMAN

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 21 Januari 2026 - 13:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Radarnews9.com || Surabaya, Jawa Timur – Mandeknya penanganan kasus siswa yang dikeluarkan dari SMAN 1 Taman, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, menuai sorotan tajam. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Front Pembela Suara Rakyat (FPSR) DPD Sidoarjo secara langsung mendatangi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur untuk menuntut kejelasan dan sikap tegas dari otoritas pendidikan.

Kasus yang telah berbulan-bulan mencuat ke ruang publik bahkan sempat viral di media sosial tersebut hingga kini dinilai belum menunjukkan adanya langkah konkret dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius terkait fungsi pengawasan dan perlindungan hak peserta didik.

 

Ketua LSM FPSR Sidoarjo, Agus Harianto, SH, menilai sikap diam dinas pendidikan sebagai bentuk pembiaran terhadap dugaan pelanggaran hak siswa.

“Kasus ini sudah lama mencuat, bahkan viral. Tapi sampai hari ini tidak ada kejelasan. Pertanyaannya, ke mana fungsi pengawasan dinas pendidikan? Ini sudah berbulan-bulan,” tegas Agus saat ditemui di kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

Rombongan LSM FPSR diterima oleh staf PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi). Namun, jawaban yang diterima dinilai normatif dan berputar pada prosedur administratif semata. Pihak dinas meminta LSM FPSR mengisi formulir pengaduan dan menunggu proses klarifikasi selama 14 hari kerja.

“Kami sangat menyayangkan, ketika kasus sudah ramai dan menyangkut masa depan anak, yang disodorkan justru hanya prosedur. Seolah-olah negara kalah cepat dari viralnya persoalan,” kritik Agus.

Tak hanya itu, upaya LSM FPSR untuk bertemu langsung dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, S.STP, MM, juga menemui jalan buntu. Pihak dinas menyebutkan bahwa pertemuan dengan kepala dinas hanya bisa dilakukan melalui surat resmi yang memuat maksud dan tujuan.

Baca Juga:  Polres Kediri Kota Amankan Pelaku Penculikan dan Penusukan di Kota Kediri

Bagi LSM FPSR, mekanisme tersebut mencerminkan jarak birokrasi yang terlalu lebar antara pejabat publik dan masyarakat.

“Untuk bertemu kepala dinas saja harus lewat surat. Padahal yang kami bawa ini persoalan pendidikan dan nasib anak. Seharusnya kepala dinas membuka ruang dialog, bukan justru membangun tembok birokrasi,” tandas Agus.

LSM FPSR Sidoarjo menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Mereka mendesak Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur untuk tidak berlindung di balik prosedur administratif, melainkan hadir sebagai pelindung hak siswa dan penjamin keadilan dalam dunia pendidikan.

“Jika dinas pendidikan terus pasif, maka wajar bila publik mempertanyakan komitmen mereka terhadap perlindungan hak anak dan kualitas pendidikan di Jawa Timur, dan apabila negara ini mengabaikan, maka masyarakat wajib bersuara, aksi turun ke jalan adalah bentuk perlawanan terhadap ke tidakadilan,” pungkas Agus Harianto SH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel radarnews9.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sekda Gresik Dampingi Gubernur Jatim Tinjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik: Tegaskan Pendidikan Jadi Kunci Putus Mata Rantai Kemiskinan
Bupati dan Wakil Bupati Gresik Salurkan Bantuan Stimulan Material Untuk Korban Kebakaran Sembayat
Buka MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi Permanen, Bupati Gresik Berikan Harapan Baru Pendidikan Keluarga Prasejahtera
Beyond Investment, Bupati-Wabup Gresik Dorong Investasi Tumbuh Bersama Masyarakat
Dari Balik Jeruji Menuju Kemandirian, WBP Lapas Sidoarjo Dibekali Pelatihan Pembuatan Paving Blok dan Manajemen Usaha
Cetak Agen Perubahan, Pemkab Gresik dan Puspa Pinatih Gelar Pelatihan Konselor Sebaya untuk Remaja
Wakil Bupati Nganjuk Tinjau Rencana Pembangunan Jembatan di Lengkong, Berdialog Langsung dengan Warga Sekitar.
Bupati Gresik Sukses Boyong 5 Penghargaan di Harganas Jatim, Salah Satunya dari Program Inovasi Unggulan TPA Masmundari
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 10:09 WIB

Sekda Gresik Dampingi Gubernur Jatim Tinjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik: Tegaskan Pendidikan Jadi Kunci Putus Mata Rantai Kemiskinan

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:21 WIB

Bupati dan Wakil Bupati Gresik Salurkan Bantuan Stimulan Material Untuk Korban Kebakaran Sembayat

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:38 WIB

Buka MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi Permanen, Bupati Gresik Berikan Harapan Baru Pendidikan Keluarga Prasejahtera

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:53 WIB

Beyond Investment, Bupati-Wabup Gresik Dorong Investasi Tumbuh Bersama Masyarakat

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:45 WIB

Dari Balik Jeruji Menuju Kemandirian, WBP Lapas Sidoarjo Dibekali Pelatihan Pembuatan Paving Blok dan Manajemen Usaha

Berita Terbaru