Dukung Pemerintah Tangani Stunting, Polwan Polres Mojokerto Bantu Sukseskan Posyandu

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 21 Maret 2024 - 13:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsils.com || MOJOKERTO – Dalam rangka mendukung program pemerintah menangani stunting, Polres Mojokerto Polda Jatim terjunkan anggota untuk membantu kegiatan Pos Pelayanan Kesehatan Terpadu (Posyandu).

Dengan melibatkan Polisi RW dan Bhabinkamtibmas, Polres Mojokerto Polda Jatim melakukan pendataan dan himbauan kepada masyarakat khususnya yang memiliki anak balita untuk rutin memeriksakan kesehatannya di Posyandu terdekat.

Seperti yang dilakukan oleh Aipda Dhina Kartikasari, anggota Polisi Wanita (Polwan) yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Desa Brangkal Kecamatan Sooko yang selalu aktif hadir di setiap kegiatan Posyandu.

Aipda Dhina Kartikasari, bertindak sebagai pendamping Kader Posyandu aktif memberikan sosialisasi kepada ibu-ibu mengenai pentingnya nutrisi yang baik bagi pertumbuhan anak.

Selain itu Polwan Polres Mojokerto ini juga memberikan semangat agar ibu – ibu dapat aktif mengikuti program Posyandu.

“Menjalankan tugas sesuai perintah dan arahan bapak Kapolres Mojokerto, jadi kami harus hadir di tengah kegiatan masyarakat untuk memberikan pendampingan dan juga pelayanan,” ujar Aipda Dhina saat ditemui media di Balai Desa Brangkal, Rabu (20/3).

Dalam kegiatan bersama bidan desa dan tim kesehatan nampak Bu Bhabin ini sedang menggendong beberapa balita untuk dapat dilakukan pengecekan kesehatan.

Pemeriksaan dimulai dari timbang badan hingga menerima vaksin agar setiap anak di Desa Brangkal terhindar dari penyakit dan semakin sehat.

“Ini wujud komitmen Polres Mojokerto dalam mewujudkan Mojokerto menjadi zero new stunting tahun 2024, “ungkap Aipda Dhina.

Menurutnya, kehadiran petugas Kepolisian Wanita sebagai Babinkamtibmas di desa binaan menjadi perhatian penting.

Hal itu mengingat kegiatan tidak jarang membutuhkan kehadiran seorang wanita,sehingga membuat warga masyarakat menjadi tidak segan dan sungkan apabila petugas memberikan pengayoman, pelayanan dan perlindungan.

Baca Juga:  Ramadan di Masjid Siti Hajar, Bupati Ajak Warga Perkuat Syukur dan Kesiapan Kerja

Di tempat terpisah, Kapolres Mojokerto AKBP Wahyudi membenarkan bahwa pihaknya telah memerintahkan anggota di lapangan membantu pemerintah dalam penanganan stunting.

Ia mengatakan saat ini Pemkab Mojokerto sedang menuntaskan stunting salah satunya diwujudkan dalam kegiatan di Posyandu.

Hal itu kata AKBP Wahyudi sebagai upaya untuk menekan angka stunting di wilayah Kabupaten Mojokerto.

“Ini sebagai salah satu ikhtiar kami untuk mempersiapkan generasi emas di tahun 2045,” ujar AKBP Wahyudi.

Kapolres Mojokerto menyebut untuk mencapai tujuan tersebut menjadi tanggung jawab semua elemen strategis yang ada di Kabupaten Mojokerto.

Ia juga mengungkapkan, pihaknya yang bertugas sebagai pelindung, pengayom dan pelindung masyarakat tentu harus senantiasa hadir di tengah setiap kegiatan masyarakat termasuk dalam kegiatan penanganan stunting.

“Harus ada gerakan yang harmonis partnership multihelix, baik pemerintah, TNI-Polri, pengusaha, media, akademisi semua harus kita libatkan, agar stunting ini benar – benar teratasi,” tandasnya. (Yun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel radarnews9.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kalapas Sidoarjo Pimpin Rapat Dinas, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Implementasi 13 Perintah Harian
KWI Pimpinan Umar Hayat Audiensi dengan Polrestabes Surabaya, Perkuat Sinergi dan Kemitraan
Dari Balik Tembok, Lahir Karya Bernilai: Warga Binaan Lapas Sidoarjo Produksi Cover Paspor Berkualitas
Kelurahan Krian Perkuat Peran Masyarakat Melalui Pembentukan Desa Siaga TBC
Cegah Penyebaran Penyakit Menular, Lapas Sidoarjo Gelar Sosialisasi Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Hantavirus
Tekan Dampak Lingkungan, Bupati Gresik Dorong Dapur SPPG Jadi Pelopor Pemilahan Sampah
Dugaan Tangkap Lepas Kasus Judol Masih Menyisakan Tanda Tanya, Upaya Konfirmasi dan Klarifikasi Masih Dinantikan
Pemkab Gresik Perluas Bunda Puspa ke 80 Desa untuk Tekan Kemiskinan dan Stunting
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:07 WIB

Kalapas Sidoarjo Pimpin Rapat Dinas, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Implementasi 13 Perintah Harian

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:28 WIB

KWI Pimpinan Umar Hayat Audiensi dengan Polrestabes Surabaya, Perkuat Sinergi dan Kemitraan

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:26 WIB

Dari Balik Tembok, Lahir Karya Bernilai: Warga Binaan Lapas Sidoarjo Produksi Cover Paspor Berkualitas

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:34 WIB

Kelurahan Krian Perkuat Peran Masyarakat Melalui Pembentukan Desa Siaga TBC

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:10 WIB

Cegah Penyebaran Penyakit Menular, Lapas Sidoarjo Gelar Sosialisasi Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Hantavirus

Berita Terbaru