Hanania, Balita Porong Meninggal Setelah Dirawat di Klinik, Diduga Jadi Korban Malpraktik

Avatar photo

- Penulis

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 20:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Radarnews9.com || Sidoarjo, 23 Agustus 2025 – Kesedihan mendalam menyelimuti pasangan Hasan Bisri dan Siti Nur Aini, warga Dusun Candi Pari RT 12 RW 5, Desa Candi Pari, Kecamatan Porong, Sidoarjo. Putri mereka, Hanania Fatin Majida (2 tahun 10 bulan), meninggal dunia pada Selasa (4/6/2025) setelah menjalani perawatan di Klinik Siaga Medika Candi Pari.

Kronologi bermula ketika Hanania mengalami demam dan dibawa ke klinik tersebut. Pada kunjungan pertama, ia hanya diberi obat jalan. Namun, dua hari kemudian, demamnya kembali tinggi sehingga keluarga membawa kembali Hanania ke klinik. Saat itu, keluarga hendak menggunakan fasilitas Kartu Indonesia Sehat (KIS), namun ditolak dengan alasan kartu dinyatakan nonaktif. Akibatnya, pasien harus menjalani perawatan dengan biaya pribadi.

Menurut keluarga, kondisi ekonomi mereka tergolong kurang mampu. Hasan Bisri hanya bekerja sebagai sopir, sedangkan istrinya adalah ibu rumah tangga. Selama lima hari menjalani perawatan, kondisi Hanania tidak kunjung membaik. Justru muncul keluhan baru, di antaranya luka melepuh pada tangan yang dipasangi infus.

Memasuki hari kelima, pada dini hari, Hanania mengalami kejang-kejang. Keluarga meminta agar putrinya segera dirujuk ke rumah sakit umum. Namun, pihak klinik disebut keberatan karena biaya perawatan sebesar Rp3.020.000 belum dilunasi.

“Setelah kami memaksa dan menjaminkan KK asli, akhirnya anak kami dirujuk. Tetapi saat itu kondisinya sudah kritis. Di RSUD Sidoarjo hanya bertahan 12 jam, lalu meninggal dunia,” ungkap Siti Nur Aini, ibu korban.

Yang menambah duka keluarga, pihak klinik disebut masih menagih sisa biaya perawatan meski pasien telah meninggal dunia.

Upaya klarifikasi dilakukan awak media dengan menghubungi pihak klinik melalui nomor telepon yang digunakan untuk penagihan. Penerima panggilan, seorang perempuan bernama Mbak Jihan, melempar konfirmasi ke dokter maupun bagian administrasi. Namun, tidak ada jawaban tegas terkait perawatan maupun tagihan biaya tersebut.

Baca Juga:  DPW Jaringan Laskar Nusabangsa kegiatan ngopi bareng konsultan Hukum gratis untuk masyarakat

Selain itu, awak media juga mencoba meminta tanggapan dari Kepala Desa Candi Pari melalui pesan WhatsApp maupun sambungan telepon, namun hingga berita ini diturunkan belum mendapat balasan. Pada Sabtu (23/8/2025), tim awak media mendatangi kediaman keluarga korban. Namun, akses menuju klinik dan balai desa terhambat kegiatan gerak jalan HUT RI, sehingga upaya klarifikasi hanya dapat dilakukan melalui sambungan telepon.

Kasus ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai standar pelayanan kesehatan di tingkat klinik, khususnya terkait penolakan penggunaan fasilitas KIS, keterlambatan rujukan pasien, serta penagihan biaya setelah pasien meninggal dunia. Hingga saat ini, klarifikasi resmi dari pihak Klinik Siaga Medika belum diperoleh. (Ami)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel radarnews9.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kalapas Sidoarjo Pimpin Rapat Dinas, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Implementasi 13 Perintah Harian
KWI Pimpinan Umar Hayat Audiensi dengan Polrestabes Surabaya, Perkuat Sinergi dan Kemitraan
Dari Balik Tembok, Lahir Karya Bernilai: Warga Binaan Lapas Sidoarjo Produksi Cover Paspor Berkualitas
Kelurahan Krian Perkuat Peran Masyarakat Melalui Pembentukan Desa Siaga TBC
Cegah Penyebaran Penyakit Menular, Lapas Sidoarjo Gelar Sosialisasi Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Hantavirus
Tekan Dampak Lingkungan, Bupati Gresik Dorong Dapur SPPG Jadi Pelopor Pemilahan Sampah
Dugaan Tangkap Lepas Kasus Judol Masih Menyisakan Tanda Tanya, Upaya Konfirmasi dan Klarifikasi Masih Dinantikan
Pemkab Gresik Perluas Bunda Puspa ke 80 Desa untuk Tekan Kemiskinan dan Stunting
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:07 WIB

Kalapas Sidoarjo Pimpin Rapat Dinas, Tegaskan Disiplin, Integritas, dan Implementasi 13 Perintah Harian

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:28 WIB

KWI Pimpinan Umar Hayat Audiensi dengan Polrestabes Surabaya, Perkuat Sinergi dan Kemitraan

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:26 WIB

Dari Balik Tembok, Lahir Karya Bernilai: Warga Binaan Lapas Sidoarjo Produksi Cover Paspor Berkualitas

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:34 WIB

Kelurahan Krian Perkuat Peran Masyarakat Melalui Pembentukan Desa Siaga TBC

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:10 WIB

Cegah Penyebaran Penyakit Menular, Lapas Sidoarjo Gelar Sosialisasi Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Hantavirus

Berita Terbaru