Tasyakuran Swasembada Pangan, Sekda Gresik Dorong Industrialisasi Pertanian Berbasis Teknologi

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 7 Januari 2026 - 17:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gresik,Radarnews9.com – 7 Januari 2026 – Pemerintah Kabupaten Gresik terus memperkuat komitmen mendukung swasembada pangan nasional melalui penerapan teknologi dan industrialisasi pertanian. Hal tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rahman saat menghadiri Tasyakuran Swasembada Pangan di Desa Prupuh, Kecamatan Panceng, Rabu (7/1/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan secara nasional melalui Zoom meeting bersama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang diikuti seluruh provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia. Di Kabupaten Gresik, kegiatan terpusat di Ruang Putri Cempo Gresik dan Desa Prupuh, Kecamatan Panceng.

Sekda Gresik menyampaikan bahwa swasembada pangan merupakan salah satu prioritas nasional yang harus didukung secara kolaboratif dari pusat hingga desa.

Menurutnya, konsep pertanian modern berbasis alat dan teknologi menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

“Beberapa negara telah berhasil memperkuat ketahanan pangan melalui industrialisasi pertanian. Ini bisa kita tiru dan kembangkan di Gresik. Pertanian tidak lagi hanya mengandalkan tenaga manual, tetapi didukung alat, teknologi, dan sistem irigasi yang berkelanjutan,” tegas Sekda.

Sekda mencontohkan penerapan irigasi perpipaan di Bawean, yang memanfaatkan Danau Kastoba dan sejumlah mata air. Program tersebut terbukti mampu meningkatkan intensitas tanam dari satu kali panen menjadi dua hingga tiga kali panen dalam setahun.

Konsep serupa, lanjutnya, juga mulai diterapkan di wilayah Gresik utara melalui irigasi perpipaan berbasis pompa, dengan sistem tandon dan pipa PE yang memiliki ketahanan jangka panjang. Teknologi ini diharapkan mampu mengatasi keterbatasan air serta meningkatkan hasil pertanian.

“Terkait hasil panen, alhamdulillah sinergi antarprogram mulai terlihat. Di wilayah ini, komoditas jagung sangat menonjol dan berpotensi dikolaborasikan dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) untuk pengembangan agribisnis. Sinergi dari pusat hingga desa harus terus diperkuat agar program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Prupuh, Musholin, dalam sambutannya menekankan besarnya potensi jagung sebagai komoditas unggulan Desa Prupuh dan Kecamatan Panceng.

Ia menyampaikan bahwa lahan kelompok tani hutan yang kini dikelola masyarakat sangat cocok untuk pengembangan jagung sebagai penopang ketahanan pangan.

“Potensi jagung di Desa Prupuh sangat bagus. Selain tanaman pangan, kami juga mengembangkan sektor peternakan karena ketersediaan pakan yang melimpah. Ke depan, melalui KDMP, kami berencana mengembangkan peternakan sapi,” ujarnya.

Ia menambahkan, di Kecamatan Panceng saat ini terdapat lima Kelompok Tani Hutan (KTH), dengan Desa Prupuh telah memiliki lima Surat Keputusan (SK) pengelolaan usaha yang mencakup komoditas jagung, peternakan, serta tanaman pertanian lainnya.

Kegiatan tasyakuran ini juga menjadi momentum penguatan peran penyuluh pertanian. Tercatat sebanyak 57 penyuluh pertanian Kabupaten Gresik terus aktif mendampingi petani dalam rangka mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto di bidang swasembada pangan.

Baca Juga:  Safari Ramadhan Polres Gresik Gelar Doa dan Buka Bersama Anak Yatim

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, Camat Panceng, Kapolsek Panceng, Danramil Panceng, Kepala Desa se-Kecamatan Panceng, Direktur Utama Pupuk Indonesia, Koordinator Penyuluh wilayah Panceng, Bungah, dan Ujungpangkah, Gapoktan Kecamatan Panceng, serta Ketua KTH Desa Prupuh.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap swasembada pangan, pemerintah melalui APBN juga menyalurkan berbagai bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) di Kabupaten Gresik. Bantuan tersebut meliputi enam unit combine harvester, 30 unit hand sprayer, 27 unit traktor roda empat, 11 unit traktor roda dua, 3 unit rice transplanter, 3 unit drone pertanian, serta satu paket irigasi perpompaan.

Seluruh bantuan ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi usaha tani, menekan biaya produksi, dan mempercepat proses tanam hingga panen.

Selain itu, pemerintah menyalurkan bantuan benih APBN sebanyak 152.525 kilogram untuk menggarap lahan seluas 6.101 hektare yang tersebar di 14 kecamatan dan 86 desa, dengan jumlah penerima mencapai 14.644 petani yang tergabung dalam kelompok tani dan Gapoktan.

Dari sisi capaian produksi, luas tanam pertanian di Kabupaten Gresik terus menunjukkan peningkatan. Pada tahun 2024, luas tanam tercatat sebesar 76.568,40 hektare dan meningkat menjadi 80.540,80 hektare pada tahun 2025, atau bertambah sekitar 3.972,40 hektare. Seiring dengan itu, luas panen juga meningkat dari 67.083,40 hektare pada tahun 2024 menjadi 76.565,40 hektare pada tahun 2025, atau naik sekitar 9.482,40 hektare.

Peningkatan tersebut diikuti dengan kenaikan produktivitas, dari 6,26 ton per hektare pada tahun 2024 menjadi 6,28 ton per hektare pada tahun 2025. Dengan capaian tersebut, total produksi gabah di Kabupaten Gresik mencapai sekitar 419.961 ton, yang setara dengan kurang lebih 281.508 ton beras.

Pemerintah juga memberikan keberpihakan kepada petani melalui kebijakan penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi hingga sekitar 20 persen. Harga pupuk urea turun dari Rp112.500 menjadi Rp90.000 per zak, sedangkan pupuk NPK turun dari Rp115.000 menjadi Rp92.000 per zak.

Selain itu, Harga Pembelian Pemerintah (HPP) ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram untuk gabah dan Rp5.500 per kilogram untuk jagung guna menjaga stabilitas harga hasil panen petani.

Upaya tersebut diperkuat dengan peran aktif 57 penyuluh pertanian yang terus mendampingi petani di lapangan sebagai bagian dari dukungan terhadap Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Pendampingan dilakukan melalui penguatan kelembagaan petani, Gapoktan, pengembangan petani milenial, serta optimalisasi peran Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya ().

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel radarnews9.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kabupaten Gresik Boyong Dua Penghargaan di Ajang Wilwatikta Awards Kategori Lompatan Pertumbuhan Ekonomi dan Daya Tarik Investasi
Green Policing, Polres Kediri Bersihkan Lingkungan Masjid
Dugaan Sertifikat Tanah Ganda di BPN SURABAYA 1, HGB Diduga Terbit di Atas Tanah Hak Milik
Cegah Bullying Sejak Dini, Satbinmas Polres Kediri, sasar 2 sekolah di Pare
Edy Hadisiswoyo Dilantik sebagai Pj Sekda Gresik, Bupati Tekankan Soliditas Birokrasi
Bupati Gresik Lepas 187 Atlet dan Ofisial Kontingen POPDA XV dan PEPARPEDA III Jatim 2026
Pemkab Gresik Gandeng TNI-Polri Percepat Pendataan Perlinsos Digital
Pemerintah Daerah Kembali Membangkitkan Jaga Ketertiban Didalam Masyarakat Melalui ASLINMAS
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:49 WIB

Kabupaten Gresik Boyong Dua Penghargaan di Ajang Wilwatikta Awards Kategori Lompatan Pertumbuhan Ekonomi dan Daya Tarik Investasi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Green Policing, Polres Kediri Bersihkan Lingkungan Masjid

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:17 WIB

Dugaan Sertifikat Tanah Ganda di BPN SURABAYA 1, HGB Diduga Terbit di Atas Tanah Hak Milik

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Edy Hadisiswoyo Dilantik sebagai Pj Sekda Gresik, Bupati Tekankan Soliditas Birokrasi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:49 WIB

Bupati Gresik Lepas 187 Atlet dan Ofisial Kontingen POPDA XV dan PEPARPEDA III Jatim 2026

Berita Terbaru

Berita

Green Policing, Polres Kediri Bersihkan Lingkungan Masjid

Jumat, 30 Okt 2026 - 09:45 WIB