Buka Kegiatan Diseminasi Hasil Audit Kasus Stunting, Wabup Gresik Tegaskan Pentingnya Sinergi dan Akurasi Data.

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 30 Juli 2024 - 14:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Radarnews9.net || Gresik, 30 Juli 2024 – Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (KBPPPA) menggelar kegiatan diseminasi hasil audit kasus stunting semester 1 tahun 2024 dan penyusunan rencana tindak lanjut penanganan stunting.

Dalam sambutannya, wabup menekankan pentingnya sinergi antara berbagai pihak dalam menangani permasalahan stunting di Kabupaten Gresik. Disamping itu, wabup juga menegaskan pentingnya akurasi data lapangan yang riil dalam upaya penanggulangan stunting di Kabupaten Gresik.

“Stunting adalah suatu permasalahan yang kompleks, namun tetap bisa selesaikan dengan kolaborasi dari semua pihak. Karenanya, saya harap angka stunting yang masuk adalah angka yang riil. Dengan angka yang riil, kita bisa tahu kondisi nyata di lapangan dan dari situ kita bisa merumuskan strategi yang pas guna menanggulanginya,” tegas Wakil Bupati Gresik sekaligus Ketua Tim Percepatan Penanganan Stunting Kabupaten Gresik Aminatun Habibah, Selasa (30/07).

Kegiatan ini dihadiri oleh para pemangku kepentingan di wilayah Kabupaten Gresik, di antaranya Kepala UPT Puskesmas, bidan desa, camat, serta koordinator penyuluh KB serta kader pendamping keluarga desa di Kabupaten Gresik.

Selain itu, turut hadir pula kalangan profesional dari dokter spesialis anak, psikolog, dokter spesialis kandungan, dan ahli gizi yang turut memberikan masukan dan tindak lanjut terkait penanganan stunting.

Sebagai informasi audit stunting adalah identifikasi resiko dan penyebab resiko pada kelompok sasaran berbasis surveilans rutin, atau sumber data lainnya sehingga tindak lanjut tidak hanya berupa intervensi spesifik namun intevensi sensitif juga.

Selama kegiatan, disampaikan hasil audit kasus stunting yang telah dilakukan selama semester pertama tahun 2024. Berdasarkan data yang dipaparkan, terdapat beberapa kelompok masyarakat yang menjadi target audit stunting semester satu tahun 2024.

Baca Juga:  Polri Akan Gelar Wayang Kulit Lakon "Tumurune Wiji Sejati" Nanti Malam

Kelompok-kelompok tersebut di antaranya calon pengantin yang beresiko, ibu hamil, ibu nifas, dan semua Bayi Dibawah Dua Tahun (Baduta) yang selama dua bulan tidak mengalami peningkatan berat badan.

Sebagai langkah tindak lanjut, disusunlah rencana strategis penanganan stunting yang melibatkan berbagai sektor. Program-program yang akan dilaksanakan mencakup peningkatan akses terhadap layanan kesehatan ibu dan anak, penyuluhan gizi, sanitasi, serta pendampingan terkait pola asuh anak. Selain itu, akan dilakukan penguatan sistem pemantauan dan evaluasi untuk memastikan program-program tersebut berjalan efektif dan tepat sasaran.

Kepala Dinas KBPPPA Kabupaten Gresik Titik Ernawati mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen dalam upaya penurunan angka stunting di Gresik. Dirinya bersama tim pendamping keluarga melakukan kunjungan ke rumah sasaran guna untuk melihat secara langsung kondisi lapangan.

“Total kasus yang masuk dalam audit kasus stunting semester satu tahun 2024, di antaranya sebanyak 16 calon pengantin, 39 ibu hamil, 17 ibu nifas, dan 631 Baduta yang tersebar di 18 kecamatan di Kabupaten Gresik,” terangnya.

Kegiatan ini diakhiri dengan diskusi interaktif antara peserta dan narasumber dari kalangan profesional, yang membahas berbagai tantangan dan solusi dalam penanganan stunting. Diharapkan, dengan adanya kegiatan ini, seluruh pihak dapat lebih memahami perannya dan bersama-sama berkontribusi dalam menanggulangi masalah stunting di Kabupaten Gresik. (Rmo)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel radarnews9.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarak HUT ke-81 RI, SMK Negeri 2 Ponorogo Launching Grup Reog Sardulo Darmo Budoyo
Bupati Yani Buka Festival Menjadi Gresik, Angkat Kembali Cerita di Balik Kuliner dan Budaya
Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Gresik, Wabup Alif Sebut Peran Pramuka Wadah Pembentukan Generasi Berkarakter dan Mandiri
Kukuhkan Anggota Paskibraka, Bupati Gresik Sampaikan Pesan Kebangsaan
Rebo Wekasan di Telaga Sumber, Bupati Gresik Ajak Masyarakat Rawat Tradisi dan Perkuat Kerukunan
Dapat Dukungan Pengairan dan Alsintan dari Pemerintah Pusat, Gresik Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan
Pemkab Gresik Kolaborasi dengan PT Smelting Kick Off Program Pesisir Lestari Tanam 10.000 Mangrove Amankan Generasi Mendatang
Buka Pembinaan Kafilah MTQ, Wabup Alif Tekankan Akhlak dan Mental Juara
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 11:31 WIB

Semarak HUT ke-81 RI, SMK Negeri 2 Ponorogo Launching Grup Reog Sardulo Darmo Budoyo

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:10 WIB

Bupati Yani Buka Festival Menjadi Gresik, Angkat Kembali Cerita di Balik Kuliner dan Budaya

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:10 WIB

Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Gresik, Wabup Alif Sebut Peran Pramuka Wadah Pembentukan Generasi Berkarakter dan Mandiri

Jumat, 14 Agustus 2026 - 00:18 WIB

Kukuhkan Anggota Paskibraka, Bupati Gresik Sampaikan Pesan Kebangsaan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:38 WIB

Rebo Wekasan di Telaga Sumber, Bupati Gresik Ajak Masyarakat Rawat Tradisi dan Perkuat Kerukunan

Berita Terbaru