Perluas Akses Pendidikan, Pemkab Gresik Gandeng LKSA Jaring Siswa Sekolah Rakyat

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Radarnews9.com || Gresik, 1 Juli 2026 – Pemerintah Kabupaten Gresik terus memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui program Sekolah Rakyat. Menjelang dimulainya tahun ajaran baru pada 15 Juli 2026, Pemkab Gresik menggandeng Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) se-Kabupaten Gresik untuk mempercepat penjaringan calon peserta didik jenjang Sekolah Dasar (SD) yang kuotanya masih belum terpenuhi.

Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi penjaringan calon peserta didik yang dipimpin langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di Ruang Graita Eka Praja, Kantor Bupati Gresik, Rabu (1/7). Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik Ummi Khoiroh serta para pengelola LKSA se-Kabupaten Gresik.

Pada proses penjaringan sebelumnya, kuota peserta didik jenjang SMP dan SMA telah terpenuhi. Sementara itu, kuota jenjang SD masih menyisakan 30 kursi yang menjadi fokus percepatan. Secara keseluruhan, Sekolah Rakyat di Kabupaten Gresik menyediakan 270 kuota peserta didik baru, masing-masing 90 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga desil 1 dan desil 2.

Untuk memastikan proses penjaringan berjalan tepat sasaran, Dinas Sosial Kabupaten Gresik membentuk tim verifikasi berlapis yang bertugas memvalidasi data calon peserta didik sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.

Bupati Yani mengatakan, keterlibatan LKSA memiliki peran strategis karena bersentuhan langsung dengan anak-anak yang membutuhkan perlindungan dan pendampingan. Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah berharap tidak ada anak yang memenuhi persyaratan namun terlewat dalam proses penjaringan.

“Kami berharap LKSA yang sudah terakreditasi dapat ikut aktif mengusulkan anak-anak asuh yang memenuhi persyaratan. Ini adalah ikhtiar bersama agar tidak ada kuota yang terlewat dan anak-anak kita segera mendapatkan kesempatan belajar,” ujarnya.

Baca Juga:  Wabup Alif : Gresik Klik, Upaya Pemerintah dan Dunia Usaha Temukan Solusi Investasi.

Menurut Bupati Yani, Sekolah Rakyat merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. Program ini diharapkan menjadi jalan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh layanan pendidikan yang layak sekaligus membuka peluang meraih masa depan yang lebih baik.

“Karena itu, kami berharap kuota jenjang SD dapat segera terpenuhi sehingga seluruh peserta didik bisa memulai kegiatan belajar mengajar tepat waktu pada 15 Juli mendatang,” imbuhnya.

Selain memastikan kesiapan penerimaan peserta didik tahun ajaran baru, Pemerintah Kabupaten Gresik juga tengah mempersiapkan pengembangan Sekolah Rakyat permanen. Bupati Yani menjelaskan, sekolah permanen tersebut akan berlokasi di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, dengan layanan pendidikan yang mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA. Kehadirannya akan melengkapi Sekolah Rakyat rintisan yang sebelumnya telah beroperasi untuk jenjang SMA di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik Ummi Khoiroh mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan seluruh LKSA agar proses penjaringan calon peserta didik berlangsung cepat, tepat sasaran, dan sesuai ketentuan.

“Kami optimistis sinergi seluruh LKSA akan mempercepat terpenuhinya kuota peserta didik sebelum tahun ajaran baru dimulai, sehingga seluruh proses pembelajaran dapat berjalan sesuai jadwal,” ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut, Bupati Yani bersama Kepala Dinas Sosial mengajak seluruh pendiri dan pengelola LKSA meninjau langsung lokasi Sekolah Rakyat permanen di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu. Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan sarana dan prasarana sekaligus memberikan gambaran mengenai lingkungan belajar yang akan menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya para peserta didik Sekolah Rakyat di Kabupaten Gresik.(Rmo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel radarnews9.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menatap Masa Depan Produktif, Warga Binaan Lapas Sidoarjo Dibekali Keterampilan Praktis
Pemkab Gresik Bersama Baznas Salurkan Bantuan Pendidikan dan Pemberdayaan
​Lapas Sidoarjo Dorong Kemandirian Warga Binaan Lewat Peternakan Ayam Elba
Polres Gresik Beri Kejutan HUT TNI ke-81, Sinergitas TNI-Polri Semakin Solid
Bupati Gresik Buka Pelatihan Usaha Bunda Puspa, Dorong Perempuan Gresik Semakin Berdaya dan Mandiri
Lapas Sidoarjo Panen 35 Kg Lele Hasil budidaya lele dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan
Kakanwil Ditjenpas Jatim Cek Langsung Keamanan dan Layanan di Lapas Kelas IIA Sidoarjo
Buka Sosialisasi, Wabup Alif Tekankan Kolaborasi dan Dukungan Bersama dalam Penanggulangan HIV/AIDS di Gresik.
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:29 WIB

Menatap Masa Depan Produktif, Warga Binaan Lapas Sidoarjo Dibekali Keterampilan Praktis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Pemkab Gresik Bersama Baznas Salurkan Bantuan Pendidikan dan Pemberdayaan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:01 WIB

​Lapas Sidoarjo Dorong Kemandirian Warga Binaan Lewat Peternakan Ayam Elba

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Polres Gresik Beri Kejutan HUT TNI ke-81, Sinergitas TNI-Polri Semakin Solid

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:59 WIB

Bupati Gresik Buka Pelatihan Usaha Bunda Puspa, Dorong Perempuan Gresik Semakin Berdaya dan Mandiri

Berita Terbaru